Isi Setiap Sudut Hati Dengan Kenali Atmosfer Anger Language

Sumber: Pinterest/iammarkmanson

Kamu pasti akan familiar jika mendengar istilah ‘Love Language’, cara seseorang mengekspresikan cinta kepada pasangannya. Istilah ini kerap dibicarakan dalam kehidupan sosial sebagai cara untuk memahami hubungan. Namun, bagaimana jika kita berbicara mengenai cara seseorang dalam mengekspresikan kemarahan kepada pasangannya? Ekspresi ini dapat disebut sebagai anger language.

Anger Language merujuk pada cara seseorang dalam mengekspresikan kemarahan kepada pasangannya yang lahir dari pengalaman-pengalaman masa lalu serta perilaku yang dipelajari. Mengetahui jenis-jenis kemarahan yang sering dilontarkan dapat membantu seseorang untuk lebih optimal mengendalikan konflik dengan pasangannya. 

Ekspresi kemarahan atau yang kerap disebut anger language ini mempunyai 5 jenis ekspresi, yaitu antara lain:

  1. Righteous (Si Paling Benar)

Cara marah seseorang dengan mengatakan “Aku benar, kamu salah”. Perasaan ini didorong oleh rasa superioritas di mana seseorang merasa dirinya paling benar, hal ini akan membuat kejadian-kejadian yang salah pada masa lalu kembali dilibatkan. Seseorang yang mempunyai jenis amarah ini tidak ingin mendengarkan pendapat orang lain hingga melahirkan konflik yang semakin parah. Biasanya, hal ini terjadi karena seseorang terlalu takut untuk terlihat lemah di hadapan pasangannya.

  1. Indignation (Ketidakpuasan)

Cara marah ini dapat terjadi ketika seseorang merasa tidak puas dengan apa yang telah dilakukan oleh pasangannya dan tidak percaya jika hal seperti itu terjadi, ia mungkin akan berkata “Bagaimana kamu bisa melakukan itu?”. Perasaan ini menjadikan dirinya sebagai korban dan cenderung menyalahkan orang lain. Akibatnya, percakapan akan terus berlarut-larut dan konflik menjadi semakin sulit untuk diselesaikan.

  1. Retribution (Pembalasan)

Seseorang dengan jenis anger language ini biasanya berniat untuk membalas dendam kepada siapa pun yang dianggapnya telah melakukan kesalahan dengannya. Tujuannya untuk membenahi ketidakadilan yang ia rasakan dan sering kali berkata “Kamu akan merasakannya!” sebagai ancaman untuk mengekspresikan kemarahannya.

  1. Distraction (Pengalihan)

Seseorang yang cenderung mengalihkan atau menghindari topik pembicaraan yang bisa memicu konflik seperti membawa-bawa masalah di masa lalu, terutama jika percakapan tersebut mulai tertuju pada hal yang sensitif. Ia mungkin akan berkata, “Bagaimana dengan waktu ketika…?” untuk mengalihkan perhatian dan menghindari topik masalah yang ada. Hal ini kerap terjadi pada wanita yang suka mencari masalah dengan pasangannya.

  1. Justification (Pembenaran)

Seseorang yang membenarkan kemarahannya dan cenderung merasa bahwa emosi yang ia rasakan adalah tanggung jawab orang lain. Ia sering kali menyalahkan pihak lain hingga menghindari tanggung jawab untuk mencari solusi dengan cara yang baik. Sikap ini membuatnya enggan melakukan introspeksi atau berusaha memperbaiki situasi, sehingga konflik sulit diselesaikan secara sehat.

Nah, itu dia ke-5 jenis Anger Language yang perlu diketahui. Dengan mengenal anger language yang dimiliki, kita dapat menjaga hubungan dengan pasangan untuk saling memahami, bagaimana perasaan marah dapat muncul serta membantu mengatasi konflik dengan baik.

Penulis: Adira

Editor: Hanna

Sumber Berita:

  1. masteringanger.com: https://masteringanger.com/blog/anger-languages/
  2. popbela.com: https://www.popbela.com/relationship/dating/amp/indah-utami/jenis-anger-language-dalam-hubungan
  3. jawapos.com: https://www.jawapos.com/lifestyle/amp/014682043/selain-love-language-ketahui-5-jenis-anger-language-dalam-sebuah-hubungan-apa-saja