Tentu kita sudah tidak asing lagi jika mendengar nama Mahatma Ghandi, seorang tokoh pemimpin kemerdekaan India serta pelopor filosifi non-kekerasan. Mahatma Gandhi dikenal karena prinsip-prinsip moral dan etisnya yang kuat. Ia memberikan ajaran kepada masyarakat India untuk berjuang demi kemerdekaan dengan tidak melibatkan kekerasan dan mengajarkan tentang kesederhanaan dalam menjalani kehidupan. Empat ajaran Mahatma Ghandi yang sangat terkenal untuk mengusir penjajah Inggris dari India yaitu ahimsa (melawan tanpa kekerasan), hartal (mogok kerja), satyagraha (tidak mau bekerjasama dengan pihak asing) serta swadeshi (tidak mau memakai produk luar negeri).
Tentu jika dilihat dari ajaran-ajaran dan prinsip kemoralannya Mahatma Ghandi seperti manusia tanpa cela. Dibalik kesempurnaan ajaran Mahatma Ghandi yang mampu membuat siapa saja terkesimah, ternyata Mahatma Ghandi memiliki sisi lain yang masih jarang diketahui. Mahatma Ghandi dikabarkan seringkali tidur bersama ponakan perempuannya yang masih remaja dengan alasan menguji kemampuannya dalam menahan nafsu seksual. Kedua keponakan Mahatma Ghandi ini bernama Abha dan Manu yang masih-masih kala itu masih berusia 17 dan 18 tahun. Pada saat malam hari, Mahatma Ghandi akan tidur bersama mereka dan tidak mengenakan busana apapun. Tes ini dinamakan Brahmacharya dan oleh Ghandi dianggap sebagai tugas moral. Praktik ini digunakan utnuk memastikan apakah ia dapat menahan hasratnya atau tidak. Dalam ajaran Mahatma Ghandi, ia menganggap bahwa praktik ini dibenarkan dari segi spritualitas dan moralitas sebagai langkah menuju Tuhan. Dalam melaksanakan eksperimen ini Mahatma Ghandi ternyata sering tidak berhasil.
Dikutip dari Madrascourier.com, setelah 40 tahun kematian Manu, dalam catatan hariannya ditemukan sebuah fakta yang menjelaskan tentang Mahatma Ghandi.
“Dia (Gandhi) memeluk dan menepuk saya sangat lama dan memuji saya karena tidak berbuat dosa meski telah tidur dengannya,” demikian tulisnya pada 21 Desember 1946.
Hal ini tentu sangat bertentangan dengan apa yang Ghandi sampaikan pada ceramah-ceramahnya kepada semua pengikutnya untuk mematuhi peraturan kesucian yang ada. Pada ajarannya ia menekankan agar pengikutnya mandi air dingin untuk meredakan gairah seksual. Namun, nyatanya ia sendiri tidak melaksanakan apa yang ia ajarkan kepada pengikutnya.
Bukan hanya tidur, Mahatma Ghandi kerap kali meminta wanita untuk memandikan dan memijat seluruh tubuhya tanpa terkecuali. Apa yang dilakukan Mahatma Ghandi ini tentu sangat bertentangan dengan norma dan aturan kesilaan karena ia sendiri sudah bersumpah untuk tidak berhubungan seks dengan istrinya. Hingga saat ini praktik Brahmacharya ini telah dilarang dan dianggap ilegal di India dan orang yang melakukan praktik Brahmacharya ini dapat terancam dipenjara atas tindak kejahatan seksual terhadap perempuan di bawah umur.
Penulis: Stefhanie
Editor: Iksan
Referensi :
https://intisari.grid.id/amp/03109354/sisi-lain-mahatma-gandhi-tidur-seranjang-dengan-keponakan-wanitanya-untuk-menguji-kekuatan-iman
Tinggalkan Balasan