Sumber: ©KSE Untirta
Pada Minggu, 28 April 2024, Karya Salemba Empat (KSE) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar program bertajuk “Peresmian dan Sosialisasi Budidaya Maggot Lestari” yang berlokasi di Perumahan Banten Indah Permai, Kota Serang, Banten. Program ini bertujuan untuk saling berdiskusi dengan masyarakat bagaimana cara mengolah sampah untuk kepentingan bersama, khususnya sampah organik atau limbah rumah tangga dengan solusi berbudidaya maggot. Sekaligus meresmikan dari adanya organisasi ‘Griye Maggot Lestari’ di Banten Indah Permai RW 30 yang bergerak dalam bidang lingkungan.
Rudi selaku Ketua Pelaksana program menjelaskan, dalam sosialisasi ini peserta diajak untuk mengenal lebih jauh seperti apa maggot itu dan perbedaan dengan ulat-ulat lainnya, bagaimana siklus kehidupan maggot dan membudidayakannya dengan benar, serta cara agar tidak menimbulkan rasa atau kesan jijik dan bau selama berbudidaya maggot.
“Tidak hanya sebatas sosialisasi, kami juga memberikan tampilan langsung maggot secara visual beserta kegunaan dan manfaat dari maggot itu untuk apa saja. Kami menampilkan ‘Kasgot’ dalam rangkaian acara sebagai uraian makanan dan pencernaan yang dihasilkan oleh maggot. Lalu menunjukkan maggot merupakan ‘Pakan Protein Tinggi’ bagi hewan ternak seperti ayam, burung dan ikan, kemudian secara langsung kami tampilkan kalau ikan yang diberi pakan maggot,” tambah Rudi (29/04/2024).
Selanjutnya dengan singkat Ketua Umum KSE Untirta, Philips Hakim menceritakan, “perjalanan program ini bermula dari terbentuknya Bank Sampah Cipta Lestari yang berfokus pada sampah anorganik. Ketika telah dirasa sukses kami berproses di sampah anorganik, kami ingin melebarkan sayap dengan berinovasi untuk mengurangi sampah organiknya juga. Karena memang pengelolaan sampah yang baik itu berasal dari hulu, bukan hilir. Dan tidak hanya sampah anorganik, tapi sampah organik juga sehingga sampah yang terbuang ke TPA hanya sampah residu, hal ini pun mampu meningkatkan umur dari TPA itu sendiri,” tutur Philips (29/04/2024).
KSE Untirta telah berhasil mengurangi dan mengelola sampah anorganik dari warga, namun belum dapat mengurangi dan mengelola sampah organik dan sisa-sisa limbah rumah tangga. Oleh karena itu, Griye Maggot Lestari hadir untuk memaksimalkan guna mengurangi dan mengelola sampah organik dan sisa-sisa limbah rumah tangga agar tercipta kebersihan lingkungan.
“Kami selaku warga RW 30, merespon baik dan positif apa yang memang dicetuskan oleh teman-teman program yang luar biasa terkait budidaya maggot. Sangat senang dan masyarakat pun menyambut baik hal ini, dan mudah-mudahan budidaya maggot ini bisa berdampak positif terhadap masyarakat dalam rangka pengentasan atau penuntasan sampah organik yang dihasilkan oleh rumah tangga di lingkungan RW 30. Budidaya maggot ini sebenarnya sudah dikenal lama oleh masyarakat dan Alhamdulillah teman-teman dari KSE Untirta memprakarsai kegiatan ini. Terima kasih sekali lagi kami sampaikan pada teman-teman dan seluruh masyarakat, mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus berjalan dengan baik,” ujar Sumarna, salah seorang warga Banten Indah Permai RW 30 (29/04/2024).
Dengan dilaksanakannya Peresmian dan Sosialisasi Budidaya Maggot Lestari, KSE Untirta bersama seluruh masyarakat berharap dapat memberikan kesadaran bahwa menjaga dan merawat kondisi lingkungan sangatlah penting, karena pada saat ini lingkungan sangat dicemari oleh sampah, baik itu organik dan anorganik. Semoga dengan adanya Griye Maggot Lestari mampu menjadi solusi akan permasalahan sampah dari hululisasi, “karena kalau bukan kita siapa lagi, dan kalau bukan sekarang itu kapan lagi.”
Pun, program ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menciptakan produk turunan seperti maggot kering, pupuk kasgot, hingga pelet maggot. Lalu bisa berkolaborasi dengan baik dan mendapat dukungan dari Pemerintah dan Kampus. Juga melebarkan sayap ke wilayah lainnya, sehingga Kota Serang dapat menjadi kota yang mampu mengatasi dari hulu dan menjadi kota dengan pengelolaan sampah yang baik.
Selaku Ketua Umum KSE Untirta, Philips mengapresiasikan program Peresmian dan Sosialisasi Budidaya Maggot Lestari. “Melihat telah di launchingnya program budidaya maggot ini tentu merasa senang dan bangga, karena ini merupakan salah satu dampak yang kami berikan sebagai mahasiswa yang memiliki titel ‘agent of change’. Ini semua berkat do’a dan dukungan dari semua pihak, baik itu yayasan KSE, UNTIRTA, Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang, dan Masyarakat Perumahan BIP. Apresiasi juga sebesar-besarnya untuk Departemen Community Development (Comdev) yang telah menjadi inisiator dalam hal pengembangan masyarakat sebagai media pembelajaran dan pengembangan untuk penerima beasiswa KSE UNTIRTA,” ujar Philips (29/04/2024).
Penulis: Salma
Editor: Ira, Nahser