Sebagian Besar Masyarakat Indonesia Masih Termakan Hoax: Apa Penyebabnya?

sumber: google

Derasnya arus informasi membuat berita digital banyak yang tidak jelas kebenarannya. Menurut Kominfo, sebanyak 2.357 konten mengenai isu kesehatan terbukti hoax pada akhir 2023. Sayangnya, masih banyak pengguna internet di Indonesia yang secara polosnya memercayai berita yang simpang siur. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Menurut BPS, sebanyak 59,62% penduduk berpendidikan SMA ke bawah. Terdiri dari lulusan SD, SMP, tidak tamat SD, dan sama sekali tidak sekolah. Lalu, menurut artikel dari UICI, sebesar 33,44% penduduk dari generasi  tua, gen x, baby boomer, dan pre boomer. Dan menurut survei dari PISA, urutan literasi di Indonesia berada di urutan 71 dari 77 negara pada 2018. Ini bukanlah hal yang baik. Diperlukan program edukatif untuk mengatasi masalah literasi yang terjadi di Indonesia sehingga membaca berita tidak langsung dicerna secara mentah lewat satu sumber saja. Generasi tua dan kalangan berpendidikan rendah juga perlu diberikan pengayaan untuk menggunakan teknologi, terutama membaca berita digital agar dicerna dengan lebih hati-hati. Pemerintah dapat mengadakan program edukatif untuk mengatasi masalah ini atau pun kalangan gen z dan milenial mengedukasi kalangan-kalangan yang minim literasi dan kurang melek teknologi. Dengan begitu diharapkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih cerdas lagi sehingga keadaan negara pun dapat membaik dari wabah kebodohan

Penulis: Tirta Sena Syach Kurniawan