Jejak Perjuangan Maria Ulfah Santoso dalam Dunia Pendidikan dan Buruh

Maria Ulfah Santoso bukanlah sekadar deretan nama dalam buku sejarah, melainkan salah seorang tokoh penting yang menjembatani lahirnya generasi awal perempuan terdidik di Indonesia. Selain menorehkan tinta emas sebagai perempuan Indonesia pertama yang meraih gelar sarjana hukum, ia juga mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan dunia pendidikan dan hak-hak kaum buruh.

Maria Ulfah Santoso lahir di Serang, Banten, pada 18 Agustus 1911. Di usianya yang baru 22 tahun, ia berhasil menorehkan prestasi luar biasa dengan meraih gelar Sarjana Hukum (Meester in de Rechten) dari Universitas Leiden, Belanda, pada tahun 1933. Pencapaian tersebut menjadikannya salah satu perempuan pribumi pertama yang berhasil menembus dinding tebal pendidikan tinggi di masa kolonial.

Tumbuh di tengah keluarga priyayi yang menjunjung tinggi pendidikan, ia dibesarkan dalam lingkungan yang mendorong semangat belajar dan pemikiran maju. Ayahnya, Raden Mochammad Achmad, merupakan salah satu pribumi yang pada masa itu berhasil mengenyam dan menamatkan pendidikan di Hogere Burgerschool (HBS), sekolah setingkat SMA pada era Hindia Belanda. Latar belakang keluarga inilah yang kemudian menempa karakter, kecerdasan, serta keberanian berpikir kritis dalam diri Maria sejak usia muda.

Pendidikan tinggi yang diraih Maria Ulfah Santoso tidak hanya menjadi pencapaian pribadi. Gelar dan ilmu yang digenggamnya justru menjadi bahan bakar utama bagi dirinya untuk terjun ke dunia pergerakan. Ia memiliki perhatian besar terhadap kesetaraan perempuan, hak-hak buruh, dan perlindungan sosial. Kepedulian tersebut diwujudkan melalui keterlibatannya dalam berbagai organisasi perempuan, termasuk sebagai Ketua Istri Indonesia yang kemudian bergabung ke dalam Perikatan Perempuan Indonesia (PPI).

Puncak kontribusi Maria bagi negara terjadi pasca-kemerdekaan. Di tengah situasi politik yang masih bergejolak, ia dipercaya menduduki posisi Menteri Sosial dalam Kabinet Sjahrir II pada tahun 1946. Jabatan ini bukan sekadar tugas negara biasa, melainkan sebuah torehan sejarah besar dimana Maria Ulfah Santoso resmi menjadi perempuan pertama yang duduk di kursi menteri Republik Indonesia.

Di bawah kepemimpinannya, Maria mewujudkan kepeduliannya terhadap kalangan pekerja dengan menginisiasi Kantor Urusan Buruh, yang kemudian menjadi cikal bakal Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Melalui langkah ini, ia menunjukkan bahwa perjuangan perempuan tidak hanya tentang kesetaraan, tetapi juga tentang menghadirkan kebijakan yang melindungi masyarakat luas.

Melalui perjalanan hidupnya, Maria Ulfah Santoso membuktikan bahwa pendidikan, keberanian, dan kepedulian sosial dapat membawa perubahan besar bagi bangsa. Meski berasal dari keluarga ningrat, ia tetap menaruh perhatian pada persoalan masyarakat kecil, khususnya perempuan dan kaum buruh yang kerap mengalami ketidakadilan.

Jejak yang ditinggalkan Maria Ulfah Santoso menunjukkan bahwa kemajuan bangsa tidak lahir dari pendidikan semata, melainkan dari keberanian menggunakan ilmu untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Warisan itulah yang membuat namanya tetap relevan dikenang hingga hari ini. 

Penulis: Ikrom Nur Salsabila 

Editor: Elsa Leonita Damayanti 

Referensi:

Direktorat Guru Pendidikan Dasar. (2024, 22 Desember). Mengenal Maria Ulfah Santoso, Pahlawan Perempuan yang Sekaligus Seorang Guru. Diakses pada 8 Juni 2026 dari https://gurudikdas.kemdikbud.go.id/news/mengenal-maria-ulfah-santoso-pahlawan-perempuan-yang-sekaligus-seorang-guru⁠  

Kompas.com. (2024, 18 Agustus). Maria Ulfah, Perempuan Indonesia Pertama Peraih Gelar Sarjana Hukum. Diakses pada 8 Juni 2026 dari https://www.kompas.com/ 

Leiden University. (2022, 9 Maret). Maria Ulfah and Her Vision of a Humanistic Postcolonial Asia. Diakses pada 8 Juni 2026 dari https://www.universiteitleiden.nl/en/news/2022/03/maria-ulfah-and-her-vision-of-a-humanistic-postcolonial-asia 

Pemerintah Provinsi Banten. (2025, 21 April). Mengenal Sosok Maria Ulfah, Sarjana Hukum dan Menteri Perempuan Pertama Indonesia Kelahiran Banten. Diakses pada 8 Juni 2026 dari https://bantenprov.go.id/berita/mengenal-sosok-maria-ulfah-sarjana-hukum-dan-menteri-perempuan-pertama-indonesia-kelahiran-banten 

Tempo. (1977, 26 Februari). Wanita Itu Orang Banten. Diakses pada 8 Juni 2026 dari https://data.tempo.co/MajalahTeks/detail/ARM2018061278015/wanita-itu-orang-banten⁠