Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 47 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Literasi 2026 Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Serang, berhasil menyelenggarakan kegiatan sosialisasi penataan pengelolaan perpustakaan dan pengelolaan sampah pada Jumat (17/7). Kegiatan yang diikuti oleh guru dan perangkat desa tersebut diharapkan dapat menjadi penggerak dalam pengembangan literasi dan kepedulian terhadap lingkungan.
Sosialisasi ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan perpustakaan yang tertata dan berkelanjutan, serta mendorong kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara tepat agar memiliki nilai manfaat bagi lingkungan maupun perekonomian.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari perwakilan desa dan Ketua Kelompok KKM 47, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai pengelolaan perpustakaan yang disampaikan oleh Lilis Hoeriyah. Dalam penyampaiannya, Lilis menjelaskan perbedaan paradigma lama dan baru dalam pengelolaan perpustakaan. Menurutnya, perpustakaan desa saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat meminjam buku bagi anak-anak, tetapi telah berkembang menjadi ruang belajar, pusat kegiatan masyarakat, serta sarana pemberdayaan yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Lilis juga menambahkan bahwa pengelolaan perpustakaan yang baik perlu didukung oleh penataan buku, sistem klasifikasi dan pelayanan yang tertib, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan literasi agar perpustakaan tetap hidup dan menjadi ruang yang menarik untuk dikunjungi masyarakat.
Bagi Lilis, kegiatan ini sangat penting sebagai upaya mendukung keberlanjutan pengelolaan perpustakaan desa.
“Apalagi targetnya untuk keberlanjutan pengelolaan perpustakaan desa, di mana kita dipertemukan dengan pihak desa, jadi kita melihat potensinya memang melalui forum ini,” ujar Lilis saat diwawancarai langsung, Jumat (17/7/2026).
Selain pengelolaan perpustakaan, pengelolaan sampah juga menjadi materi dalam kegiatan ini. Narasumber lainnya, Intan Tamara Febrinzky, menjelaskan pentingnya pemilahan sampah, serta memberikan contoh pemanfaatan sampah yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Materi tersebut turut diperkuat dengan penayangan video edukasi yang menampilkan praktik pengelolaan sampah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Nana, perangkat desa, menyampaikan bahwa kegiatan ini membawa banyak manfaat, khususnya bagi dirinya sebagai perangkat desa sekaligus tenaga pendidik.
“Terutama saya sebagai pendidik, nanti saya bisa implementasikan di sekolah terkait bagaimana proses pengelolaan sampah,” ucap Nana saat diwawancarai langsung, Jumat (17/7/2026).
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan perpustakaan yang berkelanjutan serta pengelolaan sampah yang baik. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan di lingkungan Desa Nambo Udik sehingga mampu mendukung terwujudnya budaya literasi yang lebih kuat sekaligus lingkungan desa yang bersih, sehat, dan produktif.