415 Titik di Banten Terancam Kekeringan, Kasemen Paling Terdampak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mencatat sebanyak 415 titik di Banten berpotensi mengalami kekeringan hingga Agustus 2026. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu ketersediaan air bersih masyarakat di tengah musim kemarau. 

Potensi kekeringan tersebar di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Tangerang Selatan, Kota Serang, dan Kota Cilegon. Di Kota Serang, Kecamatan Kasemen menjadi salah satu wilayah dengan titik kekeringan terbanyak.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Diat Hermawan, mengatakan kekeringan tidak terjadi di seluruh wilayah Kota Serang, melainkan hanya di sejumlah titik.

“Yang paling banyak titik atau lokalnya itu ada di Kecamatan Kasemen. Di Kecamatan Taktakan ada satu titik di Kelurahan Cimendung. Di Kecamatan Serang ada satu titik di Kelurahan Sukawana,” ujar Diat saat diwawancarai langsung oleh LPM Orange, Kamis (13/8/2026).

Menurut Diat, kekeringan dipengaruhi kondisi musim kemarau dan fenomena El Nino. Ia menyebut periode Agustus hingga September diperkirakan menjadi masa dengan kondisi panas yang perlu diwaspadai. Selain faktor cuaca, sebagian warga terdampak juga tidak memiliki sumur. Di sejumlah wilayah, air sumur yang tersedia terasa payau sehingga tidak digunakan untuk konsumsi.

Di Kecamatan Kasemen, BPBD sebelumnya mencatat lima kelurahan terdampak kekeringan. Saat ini, Kelurahan Bendung dan Terumbu masih mengalami kekeringan, sedangkan Kelurahan Kesunyatan, Banten, dan Sawah Luhur telah mendapatkan pelayanan air bersih.

Diat menguraikan, kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat karena air merupakan kebutuhan primer. Dampaknya juga dirasakan pada sektor pertanian dan kesehatan. Meski jumlah titik kekeringan saat ini menurun dibandingkan periode sebelumnya, pelayanan air bersih belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah terdampak.

“Memang belum, saya kira belum menyeluruh. Karena kan ada dua titik yang dilayani tadi. Ini belum semua tercover,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Kota Serang menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki setiap hari berdasarkan permintaan masyarakat melalui kanal BPBD dan layanan Kota Serang 112. Pelayanan tersebut ditujukan bagi warga di wilayah yang masih terdampak kekeringan. 

Penulis: Siti Safirotun Najwa

Editor: Alma Shafuramah