Halo Orangers! Harga tiket pesawat dalam negeri sering menjadi perhatian, terutama ketika penerbangan ke beberapa negara tetangga pada waktu tertentu justru menawarkan harga yang lebih rendah. Perbedaan harga ini tentu tidak muncul begitu saja. Lalu, apa yang membuat tiket penerbangan domestik bisa terasa lebih mahal?
1. Biaya Operasional Tinggi
Salah satu alasannya adalah tingginya biaya operasional penerbangan domestik. Setiap penerbangan membutuhkan biaya untuk avtur (bahan bakar pesawat), perawatan pesawat, gaji kru, hingga navigasi. Namun, pada beberapa rute domestik, tingkat permintaan dan keterisian pesawat tidak selalu tinggi, sehingga membuat biaya operasional harus ditanggung oleh jumlah penumpang yang lebih terbatas. Kondisi ini dapat membuat biaya per penumpang menjadi lebih besar, sehingga harga tiket pada rute domestik tertentu dapat lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa rute internasional.
2. Pajak dan Komponen Tarif
Harga tiket yang dibayar penumpang tidak hanya berasal dari tarif dasar, tetapi juga mencakup PJP2U (Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara), pajak, dan iuran wajib penerbangan yang dapat berbeda di setiap bandara. Penerbangan domestik juga dikenakan PPN (Pajak Pertambahan Nilai), sedangkan penerbangan internasional mendapatkan fasilitas PPN dengan tarif 0 persen. Perbedaan komponen pajak tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi harga akhir tiket penerbangan domestik.
3. Skala Ekonomi dan Persaingan
Rute dengan permintaan tinggi dapat membuat maskapai menawarkan harga tiket yang lebih kompetitif. Sebaliknya, beberapa rute domestik memiliki jumlah penumpang yang lebih terbatas, sementara biaya operasional tetap harus dikeluarkan. Persaingan antarmaskapai yang terbatas pada rute tertentu juga membuat harga tiket kurang kompetitif.
4. Kapasitas dan Permintaan
Harga tiket juga dipengaruhi oleh jumlah penumpang dan kursi yang tersedia. Ketika permintaan meningkat sementara kapasitas penerbangan terbatas, harga tiket cenderung naik. Kondisi tersebut dapat lebih terasa pada periode dengan permintaan perjalanan tinggi, seperti musim mudik, liburan sekolah, Natal, dan Tahun Baru.
5. Indonesia sebagai Negara Kepulauan
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki jaringan penerbangan yang menghubungkan banyak wilayah yang berjauhan dan terpisah oleh laut. Kondisi geografis tersebut membuat penerbangan memiliki peran penting dalam menghubungkan berbagai daerah, terutama wilayah yang memiliki keterbatasan pilihan transportasi lainnya. Karakteristik geografis tersebut dapat memengaruhi biaya pengoperasian pada rute tertentu dan pada akhirnya turut memengaruhi harga tiket.
6. Regulasi Tarif
Tarif penerbangan domestik juga dipengaruhi regulasi pemerintah, termasuk ketentuan mengenai tarif batas atas dan tarif batas bawah pada rute tertentu. Aturan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 20 Tahun 2019, yang mengatur cara menghitung tarif penerbangan domestik. Dalam aturan tersebut, tarif tiket terdiri dari Tarif Jarak, Pajak, Iuran Wajib Asuransi, dan Biaya Tambahan (Surcharge). Pada kondisi permintaan tinggi dan persaingan yang terbatas, harga tiket pada rute tertentu dapat berada mendekati tarif batas atas yang ditetapkan. Ketika permintaan tinggi dan persaingan terbatas, harga tiket dapat mendekati batas atas yang ditetapkan. Sementara itu, pada rute internasional tertentu, keberadaan beberapa maskapai yang melayani tujuan yang sama dapat meningkatkan pilihan bagi penumpang dan mendorong persaingan harga.
Nah itu dia, Orangers, Harga tiket pesawat tidak hanya dipengaruhi oleh jarak, tetapi juga oleh beberapa faktor seperti biaya operasional, pajak, jumlah penumpang, kapasitas pesawat, dan regulasi. Di sisi lain, penerbangan internasional juga memiliki faktor yang memengaruhi harganya. Jadi, dalam kondisi tertentu, tiket ke negara tetangga memang bisa lebih murah dibandingkan penerbangan dalam negeri.
Penulis: Nur Annisa Putri Pangestu
Editor: Elsa Loenita Damayanti