Warna hijau menjadi bagian yang akrab dalam keseharian, mulai dari pepohonan di pinggir jalan hingga tanaman hias di sudut ruangan. Namun, di balik keberadaannya yang tampak sederhana, tanaman hijau ternyata dapat memberikan rasa tenang sekaligus memberi jeda kecil bagi mata dan pikiran orang yang melihat atau berada di sekitarnya.
Secara ilmiah, rahasia di balik rasa tenang tanaman hijau berawal dari cara kerja mata kita. Warna hijau termasuk warna yang nyaman bagi mata karena berada di tengah spektrum cahaya. Menurut psikolog Dr. Eva Heller, mata tidak membutuhkan banyak penyesuaian ketika melihat warna ini sehingga terasa lebih nyaman secara visual dan tidak cepat melelahkan. Hal ini juga didukung penelitian dalam Journal of Environmental Psychology (2011), yang menunjukkan bahwa paparan singkat terhadap warna hijau dapat meningkatkan kenyamanan visual dan fokus mental.
Rasa nyaman yang muncul ketika melihat warna hijau juga berkaitan dengan kesannya yang dekat dengan alam. Mengutip Forest Healing dalam artikel Green Therapies: Exploring the Impact of the Colour Green on Emotional and Mental Health, warna hijau kerap dikaitkan dengan ketenangan, keseimbangan, keharmonisan, dan rasa aman. Warna ini juga menjadi bagian yang begitu dominan di alam, sehingga keberadaannya dapat memberikan kesan familiar dan menenangkan. Paparan lingkungan hijau ini dapat membantu kita mengurai stres, merelaksasi tubuh, dan memperbaiki suasana hati.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara paparan terhadap unsur alam dan kondisi psikologis yang lebih baik. Sebuah studi dari Whitney Fleming dan tim (2024) yang melibatkan 117 orang dewasa menemukan bahwa mengarahkan pandangan pada unsur-unsur alam, seperti pepohonan, rumput, bunga, dan tanaman hijau lainnya, dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan. Responden yang lebih banyak melihat unsur alam juga merasa lebih rileks dibandingkan mereka yang lebih banyak melihat bangunan atau objek buatan.
Selain itu, manfaat tanaman hijau juga didukung oleh penelitian lainnya. Dalam literature review yang dilakukan Huda (2025), berbagai penelitian menunjukkan bahwa keberadaan lingkungan hijau, mulai dari taman kota, aktivitas berkebun, hingga ruang publik yang dipenuhi tanaman, sama-sama memberikan dampak positif bagi kesehatan mental. Kehadiran lingkungan hijau tersebut dinilai mampu membantu meredakan stres, menciptakan rasa nyaman, sekaligus membuat seseorang merasa lebih tenang saat beraktivitas.
Hal serupa juga dijelaskan oleh Mohamad Fakhri Mashar (2021) dalam kajiannya mengenai fungsi psikologis ruang terbuka hijau. Kajian tersebut menjelaskan bahwa keberadaan ruang hijau bukan hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga dapat menjadi “tempat bernapas” di tengah padatnya kehidupan perkotaan. Pepohonan dan tanaman hijau membantu meredam kesan bising, padat, dan semrawut yang sering kali memicu stres. Karena itu, ruang terbuka hijau tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk beristirahat sejenak dan memulihkan suasana hati.
Di tengah kesibukan harian, tanaman hijau bisa menjadi pilihan sederhana untuk menyegarkan mata dan pikiran sejenak. Mampir ke taman, memperhatikan pepohonan di sekitar, atau merawat tanaman di rumah dapat dilakukan di sela-sela aktivitas sehari-hari.
Penulis: Ikrom Nur Salsabila
Editor: Elsa Loenita Damayanti