Dinilai Menurun, Inilah Perbedaan Drastis Magang Berdampak 2025 dengan Program Magang Terdahulu!

Dinilai Menurun, Inilah Perbedaan Drastis Magang Berdampak 2025 dengan Program Magang Terdahulu!
Sumber: Website detik.com

Program Magang Berdampak resmi diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebagai pengganti program MSIB. Bekerja sama dengan 22 mitra dan 344 lowongan, program ini menjembatani mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia kerja. Sayangnya, jumlah mitra dan kuota justru dinilai menurun dibanding program magang terdahulu.

Beberapa mitra yang bekerja sama antara lain BPJS Ketenagakerjaan, Perpustakaan Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum, hingga PT Vidio dot com. Mitra-mitra yang terlibat cenderung membuka lowongan yang mencakup pada sektor logistik, vidio streaming, teknologi informasi, perbankan, pelestarian budaya, dan layanan pustaka. 

Berdasarkan sektor yang telah disebutkan, terdapat sejumlah mahasiswa dengan jurusan tertentu mengalami kesulitan dalam mencari lowongan kerja yang relevan dengan jurusan dan skill mereka karena sektor yang kurang luas. 

Melalui akun X @loopyvy berkomentar, “Kampus Mengajar udah ga ada, giliran mau ke Magang Berdampak dikitt bangett yang buka untuk prodi pendidikan, giliran ada yang buka, yang dibutuhin sebiji,” paparnya pada Senin (07/07/2025).

Sejak diluncurkan program ini telah menuai berbagai reaksi publik, khususnya mahasiswa. Beberapa ada yang menyambut dengan positif terkait gagasan baru ini, tetapi terdapat juga kritik sebab mitra dan kuota pendaftar yang sangat terbatas. 

Berbeda dengan program sebelumnya, yaitu MSIB, telah ditemukan perbedaan mencolok terhadap mitra dan lowongan pendaftar. Pada tahun 2024, dikutip dari artikel Kemdiktisaintek.go.id (24/10/2024), MSIB tercatat telah menggandeng ratusan mitra dan hampir mencapai 50.000 kuota untuk mahasiswa, sedangkan Magang Berdampak 2025 hanya menyediakan 344 kuota dari 22 mitra yang tersedia. 

Hal senada disampaikan oleh akun X @matchaai_ yang memberikan komentar terkait kekhawatirannya dengan jumlah kuota yang terbatas, “Sumpah hopeless banget sama magang berdampak, kuotanya sedikit banget,” ujarnya pada Rabu (09/07/2025).

Selain pada kuota pendaftaran dan mitra, mahasiswa juga mengeluhkan lambatnya situs website pendaftaran yang disebabkan oleh error atau dalam pemeliharaan, menunjukkan ketidaksiapan situs website sehingga menyebabkan terbuangnya waktu. 

Melalui cuitannya, pengguna X dengan akun @Imkwife berbagi pengalamannya terkait hal ini, “Server magang berdampak nih kenapa sih ya Allah error mulu, aku mau apply magang gabisa bisa,” ungkapnya pada Kamis (10/07/2025).

Meski menuai banyak kritik, mahasiswa berharap bahwa pihak Kemendiktisaintek akan terus meningkatkan kualitas program magang bagi mahasiswa, mulai dari peningkatan kuota peserta, perluasan kemitraan, hingga kesiapan situs website agar terus melahirkan mahasiswa yang membawa dampak nyata terhadap masyarakat, sebagaimana yang diharapkan oleh penyelenggara agar  “Magang yang Berdampak” benar-benar terwujud.

Penulis : Najma Jacindaliya

Editor : Laras Damasaty