Magang merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung di dunia kerja, serta mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari melalui pengalaman nyata di perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Di Indonesia, terdapat dua jenis magang yang umum diikuti oleh mahasiswa, yaitu magang mandiri dan magang melalui program MSIB (Magang dan Studi Independen Bersertifikat).
Magang mandiri adalah program yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk secara mandiri mencari dan memilih perusahaan atau instansi yang sesuai dengan minat dan tujuan karier mereka, berdasarkan kesepakatan dan hasil konsultasi dengan dosen pembimbing. Persyaratan untuk mengikuti magang mandiri di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) adalah berstatus sebagai mahasiswa aktif minimal semester 4. Setelah itu, mahasiswa juga wajib mengikuti sosialisasi dan pembekalan magang yang diadakan oleh program studi.
Adapun berkas-berkas yang wajib dilengkapi dalam pendaftaran magang seperti, Curriculum Vitae (CV), proposal, serta surat permohonan magang. Surat permohonan magang dapat diperoleh melalui e-administrasi Untirta. Cara membuat surat permohonan magang adalah sebagai berikut:
1. Akses Laman E-Administrasi Untirta Melalui Link:
HTTPS://EADMINISTRASI.UNTIRTA.AC.ID/HOME.SRT
2. Login dengan NIM dan Password yang Terdiri dari 6 (enam) Digit di Belakang NIM.
3. Pilih Surat “Permohonan Kerja Praktek/Magang”
4. Lengkapi Data Permohonan Kerja Praktek/Magang
5. Menunggu Sampai Prodi Membuat Surat
6. Datang ke Kampus Untirta Sindangsari untuk Pengambilan Surat
Selanjutnya, ada program magang Kampus Merdeka yang difasilitasi oleh pemerintah, yaitu Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB). Program magang mahasiswa ini, berada di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Persyaratan umum untuk mengikuti program ini adalah berstatus sebagai mahasiswa aktif dari seluruh universitas di Indonesia yang terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), baik jenjang S1 maupun vokasi, dan berasal dari program studi terakreditasi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berada di bawah naungan Kemendikbudristek.
Selain persyaratan utama, magang MSIB juga memiliki ketentuan wajib lainnya, seperti untuk mahasiswa jenjang D2, D3, atau D4, minimal berada di semester 2, sedangkan untuk jenjang S1 minimal di semester 4. Mahasiswa juga tidak diperbolehkan yudisium dan bersedia untuk tidak yudisium selama program MSIB berlangsung. Mahasiswa yang mengikuti program ini juga diwajibkan memperoleh rekomendasi dari perguruan tinggi asal dan menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan program MSIB hingga akhir. Selain itu, peserta tidak diperbolehkan mengikuti program lain dari Kemendikbudristek selama menjadi peserta MSIB. Terakhir, data mahasiswa harus sudah terdaftar di PDDIKTI dan sesuai dengan data identitas resmi pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Pada awal tahun 2025, program MSIB sempat menghadapi ketidakpastian kelanjutannya. Saat itu, mantan Menteri DiktiSaintek, Satryo Soemantri Brodjonegoro, menyatakan bahwa program MSIB masih dalam proses evaluasi menyeluruh untuk menilai manfaat serta kepuasan peserta dan mitra perusahaan. Namun, sebelum hasil evaluasi dirilis, Satryo mengundurkan diri dari jabatannya pada pertengahan Februari 2025.
Bergantinya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menjadi Brian Yuliarto menyebabkan perubahan pada Program Kampus Merdeka, yang kini berganti nama menjadi Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Berdampak (Diktisaintek Berdampak). Nama baru tersebut resmi diumumkan pada 2 Mei 2025. Meskipun terjadi perubahan identitas dan konsep, program-program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) seperti MSIB, tetap dilanjutkan. Namun, pelaksanaannya diserahkan kepada perguruan tinggi secara mandiri tanpa dukungan pendanaan dari pemerintah.
Saat ini, pemerintah tengah berada pada tahap akhir dalam menyelesaikan desain program dan sistem pendaftaran. Seluruh mahasiswa di Indonesia diimbau untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi dan pendaftaran yang akan segera dibuka untuk angkatan 2025. Magang Berdampak diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan peran pendidikan tinggi sebagai pusat pengembangan bakat nasional dan memastikan mahasiswa siap menghadapi dunia kerja yang dinamis ketika lulus.
Penulis: Belinda Maisa Atmajaya
Editor: Muthia Zahra