“Menemukan Ruang Jiwa di Tengah Tekanan Kesehatan Mental Bersama ‘Doctor Slump’”

Sumber: Pinterest

Melalui lensa pandangan masyarakat, seorang dokter akan selalu dipersepsikan sebagai orang yang mahir dan selalu bisa menyembuhkan orang sakit. Namun, akankah persepsi tersebut berubah jika seorang dokter mengalami gangguan kesehatan jiwa karena proses kehidupan yang mereka alami? Ayo gapai ruang kosong di dalam jiwa dengan kehebatan dari Doctor Slump!

Mulanya, Yeo Jeong Woo yang diperankan oleh Park Hyung Sik dan Nam Ha Neul yang diperankan oleh Park Shin Hye adalah rival dalam dunia pendidikan. Ha Neul merupakan siswi pindahan dari Busan ke Seoul, ia mempunyai ambisi untuk menjadi siswa terbaik nasional dan menjadi dokter di masa depan. Ha Neul menghabiskan tujuh belas jam untuk belajar ekstrem, remaja cantik ini kerap kali mengonsumsi makanan yang cepat dicerna dan menegak bubuk kopi agar mata nya tetap terjaga.

Berbeda dengan Nam Ha Neul yang melakukan itu semua atas keinginan dirinya sendiri, Yeo Jeong Woo selalu mendapat tekanan dari kedua orang tuanya. Menjadi siswa terbaik dan dokter yang terkenal adalah impian kedua orang tuanya. Itulah mengapa dalam menempuh pendidikan, Jeong Woo selalu dihadapkan oleh garis yang dibentuk oleh ayah dan ibunya.

Mengitari waktu, akhirnya keduanya berhasil menjadi dokter, Jeong Woo sebagai dokter bedah plastik dan Ha Neul si ahli anestesi  yang perfeksionis. Tak hanya berhasil mencapai cita citanya, mereka juga menjejaki karir yang cemerlang. Namun, kejayaan tersebut hancur ketika Jeong Woo dihadapkan dengan tuduhan kasus malapraktik yang menewaskan pasiennya. Sedangkan,  Ha Neul mengalami depresi ketika ia mendapat tekanan dan fitnah dari seniornya.

Yeo Jeong Woo dan Nam Ha Neul sama-sama terperangkap dalam perang batin yang mengikis kesehatan mental, keduanya bertemu kembali saat Jeong woo menyewa kediaman milik ibu Ha Neul. Pertemuan ini membuat mereka terikat hubungan, dan saling mendukung. Doctor Slump mengilustrasikan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental, ambisiusitas harus diimbangi dengan perawatan mental dan emosi. Ketika seseorang mengalami kesulitan, luangkanlah waktu untuk mengenal diri sendiri dan lakukan aktivitas yang menyenangkan.

Penulis: Nadya Bella Arthamevira

Editor: Nawal Najiya Rasya