Source: Letsgo2museum
Indonesia memiliki sejarah panjang penindasan dan penjajahan yang menimbulkan penderitaan mendalam. Pada September 1901, Kebijakan Politik Etis ditetapkan oleh Ratu Belanda, Wilhelmina, yang menjadi pembuka perjuangan bangsa Indonesia. Salah satu kebijakannya adalah mendirikan sekolah-sekolah bagi pribumi. Kebijakan ini melahirkan golongan muda terpelajar yang sadar bahwa bangsa Indonesia sedang dijajah oleh bangsa lain (Simamora dkk, 2024).
Pada 20 Mei 1908, Dr. Soetomo bersama para pemuda dari berbagai sekolah mendirikan Organisasi Budi Utomo, yang menjadi tonggak kebangkitan nasional Indonesia (Ulhaq, 2020). Di era Presiden Soekarno tepatnya pada tahun 1948, tanggal berdiri organisasi Budi Utomo resmi diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
“Hari kebangkitan nasional memberikan kita ingatan yang baik mengenai sejarah dan perjuangan pahlawan dalam mempersatukan para pemuda dalam organisasi Budi Utomo, yang lahir pada tanggal 20 Mei 1908. Namun, saat ini harus dimaknai juga dengan perjuangan-perjuangan yang hari ini digaungkan oleh organisasi pemuda dan mahasiswa di berbagai daerahnya. Mari bangkit untuk berbenah diri dan bersatu demi kemajuan bangsa, serta berkontribusi dalam bentuk apapun untuk negara dan rakyat Indonesia!,” – Reza Mahardika, Ketua Umum HMI Komisariat Persip Untirta (21/05/2024).
“Peran pemuda sangat penting bagi bangsa dan negara ini, dimana pemuda sendiri adalah ujung tombak yang menjadi kekuatan pendorong dalam tindakan, usaha atau gerakan tertentu. Teruslah belajar, berkembang dan berkontribusi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Jadilah agen of change yang berani, kreatif, dan berintegritas. Presiden Soekarno sendiri pernah mengatakan, ‘Beri aku 10 Pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia’, menandakan pentingnya peran pemuda untuk perubahan bangsa ini,” – M. Ahyudin Sopiyan, Ketua PMII Rayon Fisip Untirta (20/05/2024).
“Saya memandang bahwa hari kebangkitan nasional merupakan hari kebangkitan bagi rakyat yang tengah berjuang melawan penindasan kolonialisme pada saat itu. Tepat 20 Mei 1908, berdirinya Budi Utomo menjadi wadah pendidikan bagi rakyat. Hal ini menumbuhkan bibit pemuda untuk menciptakan kemerdekaan dan menumbuhkan semangat nasionalisme untuk melawan kolonialisme. Sejatinya pemuda harus memilih, tunduk tertindas atau bangkit melawan karena tan Malaka pernah berkata, ‘Idealisme merupakan kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda’,” – Dzaky Rakan Danu Shaquille, Ketua Umum SAPMA Untirta (20/05/2024).
“Hari kebangkitan bangsa adalah hari pengingat untuk seluruh masyarakat Indonesia, khususnya pemuda-pemudi, untuk mengembalikan Indonesia ke puncak kesadaran masyarakat yang tinggi dan menjadikan negara Indonesia yang berdaulat. Tantangan pemuda hari ini mencakup banyaknya tekanan dari pemerintah, hilangnya jiwa sosial, lemahnya pemikiran kritis dan lingkungan yang tidak mendorong kemajuan berpikir. Pemuda menjadi apatis dan tidak kritis, menghilangkan identitas bangsa yang berakar pada Pancasila. Bung Karno pernah berkata bahwa pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok. Maka, Bung Holil menyatakan bahwa pemuda hari ini adalah pemimpin hari ini,” – Holilullah, Komisaris GMNI Untirta (20/05/2024).
Redaktur: Jiya
Penulis: Hanna