Mahasiswa FISIP memiliki keresahan terhadap perpustakaan yang kerap kali tidak ada penjaga saat jam operasional. Hal ini menyulitkan beberapa mahasiswa untuk mengurus administrasi. Lalu, apa penyebabnya?
Rizki, mahasiswa Ilmu Komunikasi mengatatakan ketidakhadiran penjaga sangat disayangkan karena penjaga tidak menjalankan tugasnya dengan baik dan benar. Selain itu, dikhawatirkan adanya oknum mahasiswa yang memanfaatkan hal tersebut untuk mencuri buku merupakan keresahannya. “Resah karena bisa jadi terdapat oknum mahasiswa yang mungkin bisa memanfaatkan hal tersebut untuk mencuri buku,” ucapnya (05/05/2024). Menurutnya, karena hal ini, pengurusan administrasi peminjaman buku akan sangat menyulitkan.
Seorang mahasiswa lain dari Administrasi Publik mengatakan hal ini akan berefek kepada pelayanan perpustakaan yang lambat dan kurang efektif sehingga berdampak juga pada pengunjung kampusnya.
Mahasiswa yang meminta inisialnya saja yang disebutkan tersebut merasa resah karena permasalahan ini menyita waktunya, sedangkan di sisi lain ia masih punya urgensi.
“Iya, acapkali saya merasakan keresahan ini ya. Sedangkan di sisi lain, saya juga punya urgensi, entah itu ada jadwal MK atau pun jadwal kegiatan lain,” ucap L saat diwawancarai via whatsapp.
Ia menganggap hal tersebut menyulitkan dirinya. Ia berharap untuk penjaga agar selalu ada dan fokus untuk berada di tempat karena dirinya menganggap masalah pengadministrasian perpustakaan bukan masalah sepele. “Harapan saya untuk administrasi perpustakaan FISIP, alangkah baiknya penjaga perpus untuk selalu stay dan fokus berada di tempat karena masalah pengadministrasian perpus seperti yang saya jelaskan bukan masalah sepele, akan berdampak pada kualitas pelayanan perpus fisip,” tutupnya (06/05/2024).
Menanggapi hal tersebut, Pustakawan FISIP, Ajie angkat bicara. Terkait permalasahan ini ia akan memastikan minimal satu penjaga untuk berjaga. Salah satu peristiwa yang disorot terjadi pada 23-25 April saat semua penjaga mengikuti workshop sehingga tidak ada yang stand by. Dirinya mengatakan pada saat itu penjaga masih 2 orang. Membenahi hal tersebut, Ajie mengatakan saat ini dipastikan ada 1 orang yang menjaga perpustakaan untuk stand by apabila ada workshop lagi. “Tapi sekarang insya Allah sudah stand by ketika ada workshop atau pelatihan di pastikan ada yang di sisain 1 orang penjaga perpus untuk stand by,” pungkas Ajie.
Selain itu, untuk saat ini sudah ada 3 orang penjaga baru. “Dan sekarang penjaga perpus sudah ada 3 orang baru di SK kan Selasa kemarin,” lanjut Ajie (07/05/2024).
Pustakwan Fisip itu berkata, untuk SOP penegasan kepada penjaga saat ini hanya dibicarakan saja, tetapi apabila sakit atau izin sudah ada SOP dari universitas. “Paling hanya di omongin aja. Tapi kalo tidak kerja karena sakit atau izin itu sudah masuk SOP dari universitas,” lanjut Ajie. Selanjutnya Ia menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa perihal pelayanan perpustakaan FISIP. “Oleh karena itu mohon maaf atas ketidaknyamanan teman-teman mahasiswa mengenai pelayanan perpustakaan fisip,” tutup Ajie.
Penulis: Sena
Editor: Ira