Sumber: Dokumentasi Pribadi/Galih, Azifa, Bilqis
Tiga perwakilan Kang Nong FISIP 2024 berhasil membawa nama FISIP ke pentas yang lebih tinggi dalam Grand Final Pemilihan Duta Untirta 2024 yang telah diselenggarakan pada Rabu (9/10/2024) di Auditorium Kampus Untirta Sindangsari. Azifa Putri Ramadhani, Galih Pratama, dan Bilqis Nur Azizah terpilih sebagai Winner Duta Untirta, Wakil I Duta Untirta, dan Duta Untirta Anti Narkoba.
Ketiga finalis tersebut turut mengungkapkan rasa senang dan bangga atas pencapaiannya. Azifa, Nong FISIP 2024, yang terpilih sebagai pemenang Duta Untirta, menyampaikan rasa syukur dan bangga akan pencapaiannya.
“Saya merasa sangat bersyukur dan bangga terpilih sebagai Duta Untirta 2024. Ini adalah kesempatan besar untuk mewakili kampus dan berkontribusi lebih untuk Untirta,” ucap Azifa (11/10/2024).
Galih, sebagai Kang FISIP 2024, yang terpilih menjadi Wakil I Duta Untirta, juga merasa takjub dengan pencapaiannya.
“Alhamdulillah, bersyukur banget bisa mendapatkan title Wakil I Duta Untirta, karena sebelumnya nggak nyangka bisa mendapatkannya,” ujar Galih (11/10/2024).
Sementara Bilqis, Wakil I Nong FISIP 2024, yang juga menyandang gelar sebagai Duta Anti Narkoba, mengungkapkan perasaan campur aduk yang dialaminya.
“Ini kan sebuah amanah baru, tanggung jawab baru. Pastinya ada ketakutan, tetapi overall perasaannya senang, terharu, karena bisa menjadi bagian dari Duta Untirta dan Duta Anti Narkoba,” jelas Bilqis (13/10/2024).
Keikutsertaan peserta dalam Duta Untirta 2024 tidak lepas dari motivasi yang dimiliki untuk bisa berkontribusi dan berkembang. Pengalaman menjadi bagian dari Kang Nong FISIP 2024 menjadi salah satu motivasi Azifa, Galih, dan Bilqis untuk mengembangkan diri lebih lanjut dalam Duta Untirta 2024.
Azifa menekankan keinginannya untuk mengembangkan diri dan membawa dampak positif bagi kampus serta lingkungannya.
“Saya juga ingin memperluas jaringan dan belajar dari pengalaman yang saya punya selama ini,” tutur Azifa.
Bilqis menambahkan bahwa dukungan keluarga merupakan motivasinya. “Motivasi terbesar aku yaitu orang tua aku tentunya, karena aku ingin saat di Untirta ini, aku tidak hanya jadi mahasiswa kupu-kupu, tapi juga aktif berkegiatan. Aku juga merasa diri aku mempunyai kemampuan lebih di bidang public speaking dan ingin meng-influence tentang hal-hal baik,” tambah Bilqis.
Sementara itu, Galih menegaskan bahwa keinginan untuk membanggakan dan mewakili fakultasnya, yaitu FISIP menjadi motivasi utamanya, didukung oleh orang tua, teman, dosen, dan semua pihak yang terlibat.
Seleksi Duta Untirta 2024 membutuhkan proses yang panjang dan tidak mudah. Dibutuhkan waktu dan komitmen tinggi bagi para finalis untuk mempersiapkan diri menuju pemilihan Duta Untirta 2024. Keseluruhan rangkaian acara membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan lamanya yang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu pra karantina selama sepuluh hari berjeda yang dilaksanakan pada 7 – 24 September 2024, karantina selama satu hari pada 25 September 2024, dan pasca karantina selama dua minggu hingga tahap grand final pada 9 Oktober 2024.
Pra karantina diisi dengan berbagai kegiatan, yaitu pembekalan, kunjungan, latihan bakat, dan pemantapan catwalk. Saat karantina, para finalis diberikan ruang untuk menunjukkan bakat yang mereka miliki. Hingga puncak acara yaitu Grand Final Pemilihan Duta Untirta 2024 yang diisi dengan peragaan catwalk dan sesi tanya jawab bersama para juri.
Azifa, Galih, dan Bilqis mempersiapkan diri dengan berbagai cara, mulai dari latihan berbicara di depan umum hingga mendalami materi seputar Untirta. Bilqis menambahkan bahwa pentingnya mempersiapkan kesehatan dan manajemen waktu.
“Karena waktunya padat, dan kebetulan aku mengikuti himpunan juga, jadi kesehatan dan pembagian waktu sangat penting,” tutur Bilqis.
Dalam menjalani seleksi Duta Untirta 2024, para finalis juga dihadapkan pada tantangan. Salah satu tantangan utama yang dialami Azifa dan Bilqis adalah mengelola waktu antara kegiatan akademik, organisasi, dan persiapan seleksi. “Tantangan terbesar aku adalah bagaimana aku bisa memanajemen waktu,” ujar Bilqis.
Galih pun mengakui bahwa kendala waktu sering menjadi penghalang, terutama saat harus menyeimbangkan antara kuliah dan proses seleksi. Meskipun mendapatkan dispensasi dari pihak kampus, tugas-tugas kuliah tetap menjadi tantangan tersendiri.
Sebagai duta, mereka berharap dapat menjalankan peran mereka dengan baik dan membawa perubahan positif di kampus. Azifa berharap bisa menginspirasi mahasiswa lain untuk aktif berkontribusi. “Saya berharap dapat menjalankan peran ini dengan baik dan membawa perubahan positif, serta menginspirasi mahasiswa lainnya,” ucap Azifa.
Bilqis yang menjadi Duta Anti-Narkoba berharap dapat mensosialisasikan bahaya narkoba di lingkungan kampus. “Aku ingin menggiatkan sosialisasi tentang lingkungan pertemanan yang sehat agar mahasiswa Untirta tidak terjerumus narkoba,” tegas Bilqis.
Galih, dengan dedikasinya pada FISIP, berharap dapat terus membanggakan fakultasnya dan menyelesaikan tugas sebagai Wakil 1 Duta Untirta dengan sebaik-baiknya.
Dengan terpilihnya Azifa, Galih, dan Bilqis sebagai Duta Untirta 2024, mereka tidak hanya membanggakan FISIP, tetapi juga berkomitmen untuk menyelaraskan tujuan mereka dengan visi dan misi Untirta menuju kemajuan serta menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa.
Penulis: Content Writer Hard News
Editor: Ira Nazliyah