Seorang Pemuda Yang Merokok Di Dekat Rel Kereta Pada Pukul Tiga Dini Hari

Sumber : Aghil

Saat itu hampir pukul tiga dini hari, seorang pemuda duduk di dekat rel kereta sambil menatap langit yang gelap, ia menyalakan sebatang rokok dengan penuh penghayatan. Asap putih berputar-putar di udara sebelum akhirnya menghilang.

Pemuda itu merenung sendirian, memikirkan kehidupannya yang sesak dengan tekanan. Dia telah kehilangan pekerjaannya beberapa bulan yang lalu dan sejak itu, hidupnya menjadi berantakan. Dia merasa terjebak dalam rutinitas yang membosankan dan tanpa harapan.

Mendadak teringat impian yang dulu ia inginkan, yaitu “ingin menjadi penulis”, namun pemuda itu hanya bisa membuat rangkaian kata-kata mutiara yang indah dan terkesan memiliki makna yang mendalam padahal tidak juga, dan hanya mau membuat puisi-puisi romantik tentang cinta dan omong kosong lainnya tentang perasaan yang mendalam dengan harapan akan disukai oleh banyak wanita seperti halnya Fiersa Besari.

Pemuda itu pun terkekeh. “Anjing!” ucap pemuda dengan lantang.

Di kejauhan tiba-tiba pemuda itu melihat sinar cahaya yang nampak seperti seseorang yang berjalan di sepanjang rel kereta. Dia terkejut dan cemas, karena berjalan di dekat rel kereta sangat berbahaya. Dia memutuskan untuk mematikan rokoknya dan berlari menuju orang tersebut untuk menjauh dari rel kereta demi keselamatannya.

Sambil berlari pemuda itu pun terkekeh untuk kedua kalinya, karena ternyata yang dilihatnya bukan seseorang, melainkan kereta api batu bara yang melintas pada pukul tiga dini hari.

Penulis : Aghil

Editor : Iksan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *