Sebuah representasi cerita yang terinspirasi atas lagu dengan judul, “Everyone Adores You (at least I do)”, karya Matt Maltese.
—
Di tengah malam dikala hiruk pikuk kegiatan yang terhenti sejenak, kegelisahan menghampiriku.
Tak pelak bayangannya menghiasi pikiran. Aku tertegun, mengapa harus muncul dikala waktu sendiriku? Tak bisakah kau berhenti sejenak? Menjauh, tak perlu menghampiri, cukup disana.
Kenangan kilas balik pertemuan itu menari-nari. Bergerak seolah ingin mendobrak batasan yang telah ku bangun untukmu.
-You can act all shy, but you know that i want you-
“Aku menginginkanmu. Tak bisakah kau melihatnya?”
Di lorong yang tidak pernah kusangka akan menjadi saksi bisu atas perasaanku, aku mengakuinya padamu.
Tanganku berkeringat, perasaan berdebar memenuhi tubuhku, menghitung detik demi detik yang berlalu. Aku mengharapkanmu.
-So terrified of the road that takes you-
“Aku menolak untuk melihatnya.”
Kalimatnya meruntuhkan hatiku. Tidak ada kalimat yang keluar dari mulutku setelahnya. Rasa berdebar itu menghancurkanku.
Saat Ia berbalik, aku melihat punggungnya. Terasa sangat jauh, takkan sanggup kugapai, bahkan hingga akhir.
-Don’t modify, everyone adores you, at least i do-
Waktu yang berlalu nyatanya tidak sanggup menghapus perasaan berdebar saat bersamamu. Meski sudah pernah runtuh, tidak akan pernah merubah kenyataan bahwa aku selalu memiliki perasaan untukmu.
Tapi kamu, sungguh menolak untuk melihatnya, sesuai kalimatmu.
Aku melihatnya. Tatapan setiap orang yang berada di dekatmu. Mereka mengagumimu. Mereka memujamu. Ketika aku mengatakan, “Setiap orang,” Itu sebenarnya mengacu pada diriku sendiri.
-I look at you, through and through-
Aku memejamkan mata, memaki di dalam hati kenapa harus mengingatmu di tengah malam. Memikirkanmu membuat perasaanku kacau tak bersisa.
Aku sangat membencimu hingga aku sangat menginginkanmu.
—
Representasi cerita atas lagu, “Everyone Adores You (at least I do)” adalah opini penulis sendiri. Ada kalanya penyampaian atas lagu di atas mungkin akan berbeda dari cara orang lain menerjemahkan lagunya.
Penulis: Yosphia Fahruddiana
Tinggalkan Balasan