Sumber: Selular.ID
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak media sosial pada anak, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi memberlakukan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun sejak 28 Maret lalu. Meski ditujukan untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman, efektivitas kebijakan ini masih menjadi perhatian. Di sisi lain, anak-anak sebagai pengguna media sosial juga memiliki pandangan tersendiri terhadap aturan tersebut.
Siswi SMP berusia 13 tahun, Dina Chamelia, mengaku setuju jika ada pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun karena masih banyak konten yang belum sesuai untuk anak-anak.
“Saya setuju, soalnya di media sosial ada konten kekerasan, berita palsu, atau komentar negatif yang bisa berpengaruh ke anak-anak,” ujarnya saat diwawancarai oleh LPM Orange melalui WhatsApp (25/04/2026).
Meski demikian, ia menilai media sosial tetap memiliki manfaat sebagai sarana belajar, mencari informasi, dan mengekspresikan kreativitas. Ia juga menilai bahwa pembatasan saja tidak cukup. Menurutnya, anak perlu dibekali edukasi mengenai penggunaan media sosial yang aman dan bijak agar dapat memanfaatkan internet secara lebih bertanggung jawab.
Di sisi lain, dampak penggunaan media sosial pada anak tidak hanya berkaitan dengan cara mereka mengakses informasi dan berinteraksi, tetapi juga dengan proses tumbuh kembangnya. Pada usia yang masih rentan, paparan media sosial yang tidak terkontrol berpotensi memengaruhi perkembangan anak dan membentuk berbagai aspek dalam kehidupan mereka.
Kepala Unit Penunjang Akademik Bimbingan dan Konseling Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Evi Afiati, menilai penggunaan media sosial pada anak di bawah 16 tahun dapat memengaruhi perkembangan emosi dan perilaku.
“Dari sisi emosi, anak menjadi lebih mudah cemas, mencari pengakuan dari media sosial, bahkan merasa rendah diri ketika tidak mendapatkan respons sesuai harapan,” ujarnya saat diwawancarai oleh LPM Orange melalui WhatsApp (05/06/2026).
Ia juga menambahkan bahwa penggunaan media sosial berlebihan dapat membuat anak lebih impulsif, sulit fokus belajar, hingga berpotensi meniru perilaku berisiko demi mengikuti tren. Ia menilai kebijakan pembatasan dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi dampak negatif media sosial, meskipun belum mampu memberikan perlindungan sepenuhnya. Selain memiliki dampak positif seperti meningkatnya interaksi langsung dan kualitas tidur anak, pembatasan juga berpotensi menimbulkan rasa Fear of Missing Out (FOMO) apabila diterapkan terlalu ketat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya literasi digital bagi anak maupun orang tua sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang lebih aman.
Sumber: BBC Indonesia
Menyoal efektivitas kebijakan tersebut, Dosen Komunikasi Digital Untirta, Lisy Tantowi, menilai bahwa pembatasan usia merupakan langkah yang baik, tetapi keberhasilannya masih bergantung pada implementasi di lapangan.
“Kalau masih banyak anak yang tetap bebas menggunakan media sosial tanpa pengawasan, berarti implementasinya belum optimal,” ujarnya saat diwawancarai langsung oleh LPM Orange (28/04/2026).
Ia menambahkan bahwa keberhasilan kebijakan tidak hanya bergantung pada aturan, tetapi juga pengawasan dan edukasi literasi digital yang melibatkan pemerintah, sekolah, orang tua, serta platform media sosial agar anak dapat menggunakan media sosial secara aman dan bijak.
Pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun tidak hanya berkaitan dengan upaya mengurangi paparan konten yang tidak sesuai usia, tetapi juga menyangkut perkembangan emosi dan perilaku anak serta penerapannya di ruang digital. Dengan semakin dekatnya kehidupan anak dengan teknologi digital, efektivitas kebijakan ini tidak hanya ditentukan oleh pembatasan usia, tetapi juga oleh pengawasan, edukasi, dan literasi digital yang menyertainya. Upaya tersebut dinilai penting agar anak dapat memanfaatkan media sosial secara aman tanpa kehilangan manfaat yang ditawarkan ruang digital.
Penulis 1: Nur Annisa Putri Pangestu
Penulis 2: Elsa Loenita Damayanti
Editor: Elsa Leonita
Referensi:
Agus Tri Haryanto. (2026, 28 Maret). Pembatasan Usia Pengguna Medsos Berlaku Hari Ini, Apa Dampaknya? Diakses pada 24 April 2026, dari https://www.detik.com/jabar/berita/d-8418960/pembatasan-usia-pengguna-medsos-berlaku-hari-ini-apa-dampaknya