Smart Gate Picu Kemacetan, Transformasi Digital Tersendat

 Sumber: Dokumentasi Pribadi

Kemacetan di pintu masuk dan keluar Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Kampus Sindangsari semakin sering terjadi sejak penerapan sistem smart gate. Antrean kendaraan bahkan sempat mengular hingga area Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), sehingga menimbulkan gangguan akses dan kelancaran aktivitas di lingkungan kampus.

Dosen teknologi transformasi digital Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Delila Putri Sadayi, memandang bahwa peristiwa tersebut menunjukkan implementasi transformasi digital yang belum optimal di kampus.

“Peristiwa ini menunjukkan adanya ketidaksiapan, baik dari sistem, SOP, maupun edukasi kepada pengguna,” ujarnya saat diwawancarai oleh LPM Orange via Google Meet (17/04/2026). 

Ia juga menyebut smart gate masih kerap mengalami gangguan. Selain itu, sebagian pengguna belum memahami alur penggunaan, sejumlah pengendara tidak tertib mengikuti jalur, dan sebagian mahasiswa belum menggunakan aplikasi SA-UNTIRTA. 

Lebih lanjut, ia menilai implementasi smart gate masih menghadapi kendala dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan. Menurutnya, transformasi digital harus dirancang secara matang agar tidak menimbulkan inefisiensi. Ia juga menekankan pentingnya sistem alternatif seperti Radio Frequency Identification (RFID) sebagai cadangan saat sistem utama mengalami kendala.

Sistem RFID memungkinkan akses gerbang tanpa kontak fisik. Menurutnya, teknologi ini lebih praktis dan dapat membantu kelancaran arus kendaraan, terutama saat sistem utama mengalami gangguan. Namun, penerapannya tetap memerlukan evaluasi, penyederhanaan SOP, dan peningkatan edukasi pengguna.

Menurutnya, jika sistem tetap dipaksakan tanpa perbaikan yang komprehensif, hal ini berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan civitas akademika terhadap teknologi yang diterapkan kampus. 

“Sistem yang seharusnya menjadi smart, justru menjadi tidak smart apabila tidak dipersiapkan dengan baik,” tambahnya.Sementara itu, dari sisi mahasiswa, dampak implementasi smart gate dirasakan secara langsung dalam aktivitas sehari-hari. Mahasiswi Akuntansi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Khayla Khairunnisa, mengungkapkan bahwa kemacetan yang terjadi cukup mengganggu aktivitas mahasiswa, terutama saat keluar kampus.

 Sumber: Dokumentasi Pribadi

“Antreannya sangat panjang, bahkan sampai ke gedung FEB,” ujarnya saat diwawancarai oleh LPM Orange via WhatsApp (11/04/2026). 

Ia juga menilai bahwa sistem yang ada saat ini belum efektif dan justru menambah kerumitan dalam proses keluar-masuk kendaraan. Menurutnya, kemacetan ini merupakan kondisi terparah yang pernah ia rasakan dan mulai sering terjadi setelah libur Lebaran. Khayla mengusulkan agar sistem dievaluasi terlebih dahulu sebelum diterapkan secara penuh.

Mahasiswa dan dosen mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem smart gate agar penerapannya lebih efektif dan tidak mengganggu aktivitas civitas akademika di lingkungan kampus.

 Sumber: Dokumentasi Pribadi

Penulis: Ananda Naya Meisya Putri

Editor: Elsa Leonita Darmayanti