Tuai Kontroversi, Toilet Unisex di Gedung B Kampus Pakupatan Resahkan Mahasiswa

Doc : Orange

Penggunaan toilet campuran di Gedung B Untirta Pakupatan, tepatnya lantai 3, menuai kontroversi di kalangan mahasiswa. Pasalnya, kerap terjadi bentrok pertemuan antara pria dan wanita di dalam toilet. Tak ada penanda dan kurangnya pengawasan Office Boy (OB), membuat toilet ini tidak jelas peruntukannya.

Talitha, Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2022, mengutarakan kekhawatirannya terhadap penggabungan toilet unisex antara pria dan wanita. Ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak etis dan berpotensi menimbulkan risiko pelecehan seksual. Talitha juga mengatakan bahwa toilet unisex tidak nyaman digunakan, terutama bagi kebanyakan mahasiswa yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda.

Selaras dengan Talitha, Refha, mahasiswa Administrasi Publik angkatan 2022, mengeluh bahwa penggabungan toilet di Gedung B mengganggu privasi dan membuatnya tidak nyaman. Ia juga berbagi pengalaman yang membuatnya merasa tidak aman, yaitu saat dirinya harus berbagi toilet dengan lawan jenis dan mengalami situasi yang membuatnya kaget sampai berteriak.

“Waktu itu lagi menggunakan toilet Geudung B lagi buang air kecil, saat keluar dari kamar mandi kecil tersebut ternyata lagi ada cowo yang sedang buang air kecil, padahal di depan ada teman saya sudah bilang jangan masuk dulu. Jadi saya kaget dan sedikit berteriak,” ujarnya (13/03/2024).

Keresahan yang sama datang dari kaum laki-laki, Syuzha, menyatakan bahwa toilet unisex tidak memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2022 tersebut merasa tidak nyaman dengan pemikiran bahwa semua orang bisa masuk ke toilet yang sama, tanpa memperhatikan privasi individu.

Dari pernyataan mahasiswa diatas dapat diketahui bagaimana rasa nyaman dan aman tidak didapatkan di toilet gedung B lantai 3 yang campur antara pria dan wanita. Ketiganya juga memiliki pengalaman yang kurang enak ketika berada di toilet tersebut, lantas seperti apa pendapat dari pihak kampus dan Office Boy (OB) gedung tersebut?

Kepala Sub Bagian Rumah Tangga Untirta, Raudotul Jannah, angkat bicara mengenai keluhan mahasiswa ini. Ia menjelaskan seharusnya toilet antara pria dan wanita terpisah, tetapi karena beberapa hal, terjadilah penggabungan. Selanjutnya ia menyatakan dukungannya terhadap pemisahan toilet berdasarkan gender dan akan mengusulkan perubahan kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk memungkinkan renovasi dan pengaturan ulang toilet di gedung B, terutama setelah mencuatnya permasalahan toilet ini.

“Untuk mengubah-ubah kan kondisinya juga ngga memungkinkan, karena satu pintu itu hanya satu toilet. Jadi nanti solusinya, akan kami bagi untuk toilet wanita dan toilet prianya, jadi ngga bergabung lagi,” tuturnya (14/03/2024).

Di sisi lain, Office Boy (OB) gedung B, Angga menjelaskan bahwa toilet lantai 3 gedung B Untirta Pakupatan memang belum ada tandanya. Ia menjelaskan bahwa toilet gedung B lantai 3 itu harus nya hanya untuk laki-laki, sedangkan toilet wanita berada di lantai 4, kedepannya ia akan memberi tanda agar tidak ada kesalahan penggunaan toilet kembali.

“Mungkin nanti bakal ditandai, buat cewe yang mana, buat cowo yang mana,” ucapnya (13/03/2024).

Penulis: Rafi

Editor: Ira, Nahser