Administrasi Publik Untirta Torehkan Prestasi Nasional di Tengah Persaingan 33 Universitas dalam Temu AdMI 2025

Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sukses meraih juara di tengah persaingan ketat dengan 33 universitas di Indonesia dalam penghargaan dalam kategori Best Paper ke-2, Best Policy Brief ke-2, dan Best Presentation ke-3. Kegiatan Temu Administrator Muda Indonesia (Temu AdMI) yang digelar di Universitas Brawijaya dengan tema “Mewujudkan Transformasi Indonesia melalui Pembangunan yang Inklusif dan Berkelanjutan” telah berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 4 hingga 9 Agustus 2025.

Temu AdMI merupakan acara tahunan yang dihadiri oleh perwakilan mahasiswa Administrasi Negara (AN) atau Administrasi Publik (AP) dari berbagai universitas di Indonesia. Acara ini bertujuan untuk menjadi wadah perkumpulan dan forum diskusi ilmiah guna meningkatkan kompetensi mahasiswa. 

Administrasi Publik Untirta mengirimkan 4 delegasi, di antaranya Garin Berliana Gians Hiangan (Administrasi Publik 23), Andini Salsalita Nugraha (Administrasi Publik 23), Shifwa Yusriyarli (Administrasi Publik 24), dan Muhammad Hafidz Maulfi (Administrasi Publik 24).

Terdapat 5 subtema di dalamnya, yaitu subtema cluster 1 Transformasi Sosial dalam Mewujudkan SDM yang Berkelanjutan, subtema cluster 2 Transformasi Ekonomi, Perdagangan, dan Kedaulatan Pangan, subtema cluster 3 Transformasi Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel, Bersih, dan Efektif, subtema cluster 4 Kearifan Lokal dan Budaya, serta subtema cluster 5 Tata Ruang Kota dan Ekologi. Para delegasi Untirta bergabung dalam cluster 2, berfokus pada Transformasi Ekonomi, Perdagangan, dan Kedaulatan Pangan. 

Andini Salsalita Nugraha, selaku perwakilan dari Mahasiswa Administrasi Publik Untirta Angkatan 2023, menceritakan momen berkesan saat bertemu rekan-rekan administrator muda dari Sabang hingga Merauke. 

“Momen paling berkesan, ketika saya bertemu teman-teman administrator muda lainnya dari 33 Universitas Se-Indonesia. Tidak hanya bertemu, kita juga membentuk relasi dan berbagi pengalaman,” ujarnya saat diwawancarai via Whatsapp oleh LPM Orange pada Senin (11/08/2025).

Namun, nyatanya perjalanan menuju keberhasilan tidaklah mudah. Andin mengaku tantangan terbesar ada pada proses persiapan penelitian hingga presentasi di hadapan dewan juri. Sesuai arahan dosen pembimbing, Nikki Prafitri, M.Si., tim diminta turun langsung ke lapangan dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menggarap penelitian dengan tema Kedaulatan Pangan, Transformasi Ekonomi, dan Perdagangan.

“Itu yang membuat penelitian ini memakan waktu sekitar 3-4 bulan. Meskipun tantangannya begitu besar dan sulit, Alhamdulillah bisa mempresentasikannya dengan baik,” tambahnya.

Bagi Garin Berliana Gians Hiangan, selaku perwakilan dari Mahasiswa Administrasi Publik Untirta Angkatan 2023 yang berperan sebagai steering committee, tekanan terbesar muncul saat presentasi akan dimulai, menurutnya tahap ini merupakan last mission di penelitian yang sudah dilakukan. 

“Ada mindset bahwa tuan rumah selalu menang, apalagi kami satu cluster dengan Universitas Brawijaya, tetapi itu bisa dipatahkan dengan hasil yang telah kami bawa untuk Universitas Sultan Ageng Tirtayasa,” tuturnya saat diwawancarai via Whatsapp oleh LPM Orange pada Senin (11/08/2025).

Selain itu, tantangan terbesar muncul saat menggarap penelitian berjudul “Optimalisasi Pekarangan Pangan Lestari di Kota Serang dalam Mendukung Transformasi Ekonomi” yang mengharuskannya mengambil sampel di setiap kecamatan, turun langsung melakukan observasi, dan menyebar kuesioner ke lapangan.

Walaupun menghadapi banyak tantangan, Garin menegaskan bahwa ajang Temu AdMI memiliki manfaat jangka panjang, khususnya bagi mahasiswa Administrasi Publik.

“Kompetisi seperti ini tidak hanya membangkitkan semangat penelitian, namun juga dapat mengembangkan diri kita di bidang keilmuan sekaligus memperluas relasi,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan oleh Shifwa Yusriyarli selaku perwakilan dari Mahasiswa Administrasi Publik Untirta Angkatan 2024, ia menilai Temu AdMI merupakan ajang yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa Administrasi Publik. Menurutnya, kompetisi ini relevan dengan bidang administrasi dan memiliki tujuan besar. 

“Temu AdMI mendorong diskusi kritis, kolaborasi ilmiah, dan penyusunan solusi nyata demi kemajuan tata kelola pemerintahan Indonesia sehingga melatih kita menjadi administrator muda yang membawa perubahan dan bersih,” paparnya saat diwawancarai via Whatsapp oleh LPM Orange pada Senin (11/08/2025).

Tidak hanya penting bagi mahasiswa, Shifwa menilai Temu AdMI memberikan pelajaran berharga, yakni kesempatan untuk berkembang baik secara pengetahuan maupun sikap. 

“Aku jadi bisa belajar banyak hal baru, misalnya mengenal jenis riset lain di luar kualitatif dan kuantitatif, bertukar ilmu dengan teman-teman dari universitas lain, hingga saling berbagi cerita dan keunikan budaya daerah masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman ini mengajarkannya semangat pantang menyerah, kemampuan berpikir kritis, dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan pendapat. Ia juga mendapatkan pelajaran penting bahwa kolaborasi dan saling mendukung dalam tim adalah kunci untuk mencapai hasil terbaik.

Keberhasilan ini, menurut mereka, bukan hanya soal penghargaan. Temu AdMI menjadi wadah membangun jejaring, bertukar ilmu, hingga memperluas wawasan tentang tata kelola pemerintahan. Mereka juga berharap dukungan dari prodi dan kampus lebih maksimal, terutama dalam hal pendanaan.

“Harapan aku ke depannya, Prodi Administrasi Publik dan pihak kampus bisa memberikan dukungan yang lebih optimal, terutama dalam hal pendanaan. Banyak mahasiswa yang punya potensi dan semangat tinggi untuk mengikuti Temu AdMI, namun terhalang oleh keterbatasan dana,” pungkasnya.

Harapan serupa disampaikan oleh Andin yang menekankan pentingnya dukungan penuh dari prodi dan fakultas bagi delegasi Temu AdMI.

“Karena sudah dua tahun berturut-turut menang juara 3 dan 2, seharusnya apresiasi lebih diberikan, misalnya memfasilitasi biaya keberangkatan hingga kepulangan delegasi,” ujarnya. 

Ia mengaku sedikit kecewa karena tahun ini harus berangkat dengan biaya sendiri, sementara delegasi dari universitas lain mendapat dukungan penuh. 

“Antusiasme mahasiswa AP Untirta untuk ikut Temu AdMI sangat tinggi. Harapannya, prodi dan fakultas tidak hanya mempertimbangkan, tetapi juga memfasilitasi riset dan keberangkatan sejak awal demi meningkatkan semangat mahasiswa yang ingin mengikuti Temu AdMI tahun depan,” tegasnya.

Sementara itu, Muhammad Haifdz Maulfi, perwakilan mahasiswa Administrasi Publik Untirta angkatan 2024, berharap dukungan prodi tidak hanya hadir dalam bentuk materi, tetapi juga lewat apresiasi dan kata-kata penyemangat. 

“Bukan hanya support materi tetapi dengan support ucapan sehingga membuat para mahasiswa bisa dengan bangga membawa nama baik universitas, khususnya jurusan mereka sendiri,” tutupnya saat diwawancarai via Whatsapp oleh LPM Orange pada Selasa (12/08/2025).

Penulis: Laras Damasaty 

Editor: Nadya Bella Arthamevia