Dosen Unsika Lakukan Plagiarisme terhadap Penelitian Milik Dosen Ilmu Komunikasi Untirta. Etika Akademik Dilanggar?

Bertumpu pada nilai yang terkandung dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta, karya ilmiah yang ditulis dari hasil sebuah penelitian tak seharusnya menjadi objek plagiarisme. Namun, plagiarisme masih tak terhindarkan. Hal ini dialami oleh Mia Dwiana Widyaningtyas, salah satu dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Hasil penelitian ilmiah yang berjudul, “Pengalaman Ibu dengan Baby Blues Syndrome dalam Paradigma Naratif,” miliknya, diduga mengalami plagiarisme yang dilakukan oleh beberapa dosen Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika). 

Ia mengetahui plagiarisme tersebut saat sedang melakukan pemeriksaan melalui ResearchGate karena ada yang menyitasi penelitiannya. Saat ditelusuri lebih lanjut, ditemukan artikel lain dengan judul berbeda, tetapi memiliki kesamaan dalam tema dan data dengan penelitian yang ia lakukan, hanya saja penelitian tersebut menggunakan bahasa Inggris. 

“Tepatnya bukan seperti itu. Sebenarnya, saya sedang mengecek akun ResearchGate saya karena ada yang menyitasi artikel saya. Saat mengecek tersebut, tiba-tiba di beranda ResearchGate saya muncul artikel lain yang judulnya satu tema dengan artikel saya,” ujar Mia saat diwawancarai online melalui WhatsApp oleh LPM Orange, (17/05/2025).

Setelah mengetahui dugaan plagiarisme tersebut, Mia melakukan konfirmasi terkait nama-nama dosen terduga melalui Wadek 1 FISIP Unsika, yakni Zainal Abidin yang kebetulan mempunyai hubungan pertemanan dengan dirinya. Namun, ia mengaku tidak tahu bagaimana kelanjutan penanganan yang dilakukan pihak Unsika terhadap masalah plagiarisme ini.

Selain itu, belum ada upaya penanganan atau pendampingan dari pihak fakultas atau kampus Untirta dalam pengawasan kasus plagiarisme yang menimpa salah satu dosen di lingkungan kampus tersebut. 

Salah satu dosen Unsika yang menjadi terduga plagiasi, sudah memberikan permintaan maaf dan mengakui bahwa ia telah melakukan plagiasi terhadap penelitian yang dilakukan oleh Mia. 

“Iya dari salah satu dosen penulis terduga plagiasi sudah memberikan pernyataan tertulis meminta maaf  dan mengakui bahwa telah melakukan plagiasi,” jelasnya.

Meskipun masalah plagiarisme ini sudah diketahui pihak instansi pendidikan yang bersangkutan, tetapi sampai saat ini belum terdapat kejelasan mengenai bagaimana penyelesaian masalah tersebut.

Nama Penulis: Nadya Bella Arthamevira

Nama Editor: Muthia Zahra