Sumber: Canva
Sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mengungkapkan kekecewaan setelah proposal dan laporan pengajuan dana lomba yang disetujui pihak FISIP, hingga kini dananya tak kunjung cair. Meskipun pihak fakultas telah memberikan persetujuan untuk dana lomba yang dibutuhkan, mahasiswa terpaksa menggunakan uang pribadi karena keterlambatan pencairan. Pihak fakultas sendiri membantah perihal dana yang tidak cair, sekalipun mahasiswa bersaksi sebaliknya.
Menurut keterangan S, salah satu anggota tim yang berpartisipasi di sebuah perlombaan nasional, pihak fakultas awalnya mendukung penuh partisipasi mahasiswa dalam lomba yang diikuti dengan memberikan persetujuan terhadap seluruh rincian dana yang diajukan. Namun sudah hampir 4 bulan semenjak pengajuan dana, uang pribadi yang timnya keluarkan tak kunjung diganti oleh fakultas.
Di sisi lain, mereka telah mengajukan proposal lengkap sesuai prosedur dengan rincian dana yang dibutuhkan untuk pendaftaran, akomodasi, dan kebutuhan lainnya. Akan tetapi, dana lomba yang diperlukan tetap tidak diberikan oleh pihak fakultas.
“Tahapan demi tahapan kita lalui, tetapi ternyata kita tidak diberikan uang pembekalan untuk lomba tersebut. Kita tidak tahu pasti penyebabnya karena yang jelas kita sudah mengikuti semua prosedur yang disediakan, kita juga sudah bertanggung jawab untuk mengikuti lombanya semaksimal mungkin,” ujar S saat diwawancarai melalui WhatsApp, Sabtu, (11/12/2024).
Namun, meski mendapatkan persetujuan, dana yang dijanjikan belum juga cair hingga waktu yang sangat mendesak, alhasil mahasiswa harus menanggung biaya lomba dengan dana pribadi.
“Ketika pengajuan dana sudah dilakukan, terutama di bagian proposal dan laporan, kita udah menghadap (pihak fakultas) tetapi uangnya tidak diberikan, dan bahkan waktu mendekati acara perlombaannya udah selesai di beberapa bulan selanjutnya uangnya nggak diganti,” tambah S.
Usai lomba selesai, timnya terus menanyakan terkait dana yang akan digantikan oleh fakultas, tetapi tetap tak kunjung mendapatkan kejelasan. “Waktu pertama-tama kami di bulan Oktober kami coba follow up nggak ada jawaban pasti yang kami dapat dari fakultas, sama kemarin (18 Desember 2024) saya sudah coba follow-up lagi tapi ngga dibales pesannya,” tambah S, Kamis (19/12/2024).
Mahasiswa berinisial F yang juga diwawancarai melalui WhatsApp, turut merasa kebingungan atas proses pencairan dana lomba ini. “Bahkan sampai setelah lomba beres pun-bahkan sampai sekarang pun ngga ada (kepastian), tapi setelah ditanya emang kalo misalnya lingkupnya masih regional itu tuh nggak diganti,” ungkap F, salah satu anggota tim yang ikut serta dalam perlombaan berskala regional, Kamis (12/12/2024).
Saat diwawancarai di Ruang Serbaguna FISIP UNTIRTA Sindangsari, Kamis (19/12/2024), Wakil Dekan III FISIP, Ika Arinia Indriyani mengonfirmasi keluhan-keluhan mahasiswa. Ia membantah bahwa dana lomba tidak cair, menurutnya, selama sesuai dengan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), dana pasti akan cair.
“Bahkan ada kasus di mana biaya pendaftaran udah saya bayarin, dia (mahasiswa yang ikut lomba) nggak ngumpulin laporan. Jadi yaudah, duit saya nggak balik. Jadi kalau misalnya argumennya ini, anggaran macet, ini lomba yang mana, ya? karena selama ini sih kita melihatnya selama LPJ aman, pasti cair sih,” tegasnya.
Kendati demikian, ia mengakui bahwa fakultas tidak mengakomodir secara penuh dana lomba mahasiswa. Sementara itu, untuk kasus dana lomba yang tidak cair biasanya diakibatkan laporan yang belum dikumpulkan.
”Anggaran lomba itu kan nggak semuanya ke cover, jadi yang cuma di cover sama keuangan itu ada pendaftaran, transportasi, sama penginapan. Nah, anggaran itu akan cair ketika laporannya sudah masuk. Kalo belum cair sih, dugaannya belum dikumpulkan aja laporannya,” ujar Ika.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihak fakultas menyediakan pembiayaan untuk lomba dari berbagai tingkat. “Semua lomba mau di tingkat regional, nasional, internasional itu di cover,” tambahnya.
Menanggapi permasalahan proposal serta laporan yang diajukan oleh mahasiswa dan telah disetujui tetapi dananya masih belum cair, Ika menyarankan agar mahasiswa melakukan follow-up lebih lanjut untuk memastikan dana mereka segera diproses dan mendapat bantuan yang dibutuhkan.
Sebagai respons terhadap situasi ini, mahasiswa berharap agar hal serupa tidak terulang lagi. ”Semoga tidak terulang lagi untuk mahasiswa lainnya dan semoga fakultas dapat membiayai mahasiswa yang maju ke ajang perlombaan,” tutup S.