Hai, Sobat Orange! Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kurma menjadi salah satu makanan favorit yang selalu hadir di meja makan. Selain karena sunnah Nabi, buah kecil manis ini juga dipercaya dapat menahan lapar lebih lama. Banyak orang yang mengandalkan kurma saat sahur agar tetap bertenaga sepanjang hari. Akan tetapi, apakah benar manfaat kurma membuat kita kenyang lebih lama? Atau ini hanya sekadar mitos belaka?
Menurut salah satu ahli gizi Universitas Sultan Ageng Tirtyasa, Ratu Diah Koerniawati, S.Gz., M.Si, kurma memang mengandung beberapa zat yang bisa membantu menjaga rasa kenyang lebih lama. Salah satunya adalah serat.
“Kurma merupakan buah yang memiliki rasa manis, kandungan dalam kurma yang membuatnya menahan lapar lebih lama yaitu tinggi serat. Kurma kaya akan serat, baik serat larut maupun tidak larut. Serat memperlambat proses pencernaan, sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama,” ungkapnya saat diwawancarai melalui chat WhatsApp pada (11/03/2025)
Selain serat, kurma juga mengandung karbohidrat kompleks. Berbeda dengan karbohidrat sederhana yang cepat dicerna tubuh, karbohidrat kompleks di dalam kurma dipecah secara perlahan sehingga energi yang dihasilkan lebih stabil dan tahan lama. Hal ini mencegah rasa lapar datang terlalu cepat setelah sahur.
Menariknya, meskipun kurma terasa manis, indeks glikemiknya tergolong sedang. Artinya, kurma tidak langsung memicu lonjakan gula darah yang bisa membuat kita cepat lapar kembali.
Secara umum, semua jenis kurma mengandung serat dan karbohidrat kompleks yang baik untuk menahan lapar. Namun terdapat beberapa jenis kurma yang lebih efektif menahan rasa lapar saat dikonsumsi. Seperti kurma Medjool, kurma yang memiliki ukuran lebih besar dan bertekstur lembut, dan kurma ajwa, kurma yang memiliki kandungan serat cukup tinggi.
“Idealnya jumlah konsumsi kurma tergantung kebutuhan kalori dan kondisi kesehatan masing-masing. Secara umum konsumsi kurma sekitar 3-7 butir per hari sudah cukup, dianggap aman dan bermanfaat bagi kebanyakan orang.” ungkap Ratu Diah Koerniawati, S.Gz., M.Si, saat diwawancarai lebih lanjut melalui chat WhatsApp pada (11/03/2025)
Meskipun memiliki banyak manfaat, konsumsi kurma tetap harus dibatasi. Jika dikonsumsi terlalu banyak, kandungan gula alami dalam kurma bisa berdampak pada kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes. Selain itu, bagi mereka yang memiliki masalah pencernaan, konsumsi kurma berlebihan bisa menyebabkan perut kembung atau tidak nyaman.
Untuk memperoleh manfaat maksimal, kurma sebaiknya dikonsumsi dengan cara yang tepat. Jika ingin merasa kenyang lebih cepat, makanlah sebelum menyantap makanan utama. Namun, bila ingin energi tetap stabil lebih lama, lebih baik dikonsumsi setelah makanan utama.
Efek kenyang dari kurma bisa bertahan lebih lama jika dikombinasikan dengan makanan kaya protein, seperti susu, yoghurt, atau kacang-kacangan. Selain protein, kombinasi antara kurma dan makanan berserat tinggi seperti oatmeal atau buah-buahan, juga bisa membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Sebaliknya, jika dikonsumsi bersama makanan tinggi karbohidrat sederhana, seperti roti putih atau nasi putih, efek kenyang dari kurma bisa berkurang karena lonjakan gula darah yang lebih cepat.
Jadi, kurma memang benar bisa membantu menahan lapar lebih lama, berkat kandungan serat, karbohidrat kompleks, dan indeks glikemik yang relatif stabil. Namun, jumlah konsumsi yang tepat dan kombinasi makanan yang dikonsumsi bersama kurma juga berperan penting dalam menentukan seberapa lama efek kenyangnya bisa bertahan.
Nah, Sobat Orange, tertarik menjadikan kurma sebagai menu sahur? Yuk, coba dan rasakan manfaatnya!
Penulis: Elsa Loenita Damayanti
Editor: Muthia Zahra