Sumber: ©Google
Orangeuntirta.com, Serang – Perubahan tampilan website Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menjadi situs judi online (judol) ramai diperbincangkan oleh para mahasiswa Untirta. Hal tersebut bermula setelah salah satu mahasiswa membagikan cuitan di akun X @untirtafesss terkait tampilan yang tidak biasa tersebut pada Jumat (1/11/2024).
Tidak sedikit mahasiswa yang meresahkan kejadian yang dianggap peretasan tersebut. Pasalnya, mahasiswa sempat mengalami kesulitan untuk mengakses dan mengumpulkan tugas serta mengkhawatirkan keamanan data pribadi yang tersimpan di SPADA. Salah satunya Aini, mahasiswi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang mengungkapkan kekhawatirannya akan hal tersebut.
“Awalnya panik dan kaget banget karena berubah jadi situs judol, padahal saya tidak pernah membuka situs-situs seperti itu. Sempat nanya ke teman yang lain juga dan dia aman-aman aja, disitu bingung banget, takutnya data atau tugas saya kehapus,” ujar Aini (3/11/2024).
Lain halnya dengan Syafira, mahasiswa Ilmu Komunikasi yang mengatakan bahwa dirinya mengetahui kejadian melalui X.
“Baru tau beritanya dari X dan nyoba (log in) sendiri, saya sendiri masih aman-aman aja sebenarnya, tapi agak kaget dan kecewa juga karena berarti keamanannya kurang untuk sekelas universitas negeri,” ucap Syafira (3/11/2024).
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) Untirta, Anis Fuad, memberikan klarifikasi terkait insiden ini.
“Website SPADA tidak diretas, tetapi social engineering mix dengan pemanfaatan backlink Untirta, karena index SEO perguruan tinggi seperti Untirta tinggi, jadi peretas judol memanfaatkan hal itu,” jelas Anis (4/11/2024).
Anis juga menyampaikan bahwa kejadian ini baru pertama kali terjadi. Namun, ia memastikan data mahasiswa tetap aman.
“Metode seperti ini baru sekali kita alami. Kita kira di deface atau hacking karena link palsu mereka bersembunyi di akun subdomain Untirta dan sudah kita replace, ternyata lewat metode SEO backlink. Insya Allah, database mahasiswa aman karena kita juga selalu backup data,” tambahnya.
Terpantau sampai berita ini dimuat, tampilan awal pencarian SPADA Untirta sudah terlihat normal, tetapi website tersebut masih terafiliasi dengan situs judi online. Dengan kerja sama tim dan bantuan pendampingan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Anis menjelaskan bahwa permasalahan website SPADA Untirta sudah ditangani lebih lanjut.
“Proses pemulihan sebenarnya cepat sekitar satu sampai dua jam selesai, yang lama biasanya mengidentifikasi masalah utamanya,” ucap Anis.
Kemudian dosen Prodi Ilmu Pemerintahan tersebut juga menekankan bahwa UPA TIK Untirta sudah memiliki dua firewall dan menginstal sistem monitoring di server untuk memastikan keamanan.
Terakhir, ia menyampaikan pesan kepada mahasiswa untuk waspada terhadap ancaman phising dan berhati-hati saat membuka link sebagai antisipasi terhadap kemungkinan buruk yang dapat terjadi.
“Yang aman memang ketik lamannya, jangan search di google. Para hacker biasanya selangkah lebih maju dan tidak ada sistem yang 100% aman, jadi kita tetap harus siap siaga dalam mengantisipasi masalah ini, “ tutup Anis.
Penulis : Aidah