FISIP dan FoSMaI Gelar Kajian Menata Diri Menuju Ridho Ilahi

Sumber : DOK/FOSMAI

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berkolaborasi dengan Forum Silaturahmi Mahasiswa Islam (FoSMaI) menggelar Pengajian Perdana Kajian Islam dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriyah dengan tema “Menata Diri Menuju Ridho Ilahi” pada Selasa (26/10), di Gedung serbaguna FISIP Kampus Sindangsari Untirta dan secara daring melalui Google Meeting.

Acara ini dibuka dengan tilawah Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pelaksana, Ketua Umum, Pembina FoSMaI, dan Dekan FISIP. Sedangkan, pada sesi materi disampaikan oleh K.H. Jamaludin selaku Pengasuh Pondok Pesantren Nailul Amanah Kota Serang. Pada kajian kali ini, K.H. Jamaludin menjelaskan, kedudukan dan kewajiban manusia kepada Allah SWT, serta bagaimana cara agar tidak mudah mengeluh.

Allah memberikan kebebasan kepada manusia untuk melakukan ikhtiar/sesuatu yang berguna bagi orang lain dalam kehidupan. Tetapi setiap perbuatan ada konsekuensinya yang harus kita terima. Manusia harus tunduk dengan takdir Allah dan wajib bertaqwa, bertawakal dan taat kepada Allah. Siapa orang-orang yang bertaqwa kepada Allah akan diberikan kemudahan.

—K.H. Jamaludin, Pemateri.

Selain itu, beliau menambahkan bahwa nafsumu ada di dalam perutmu. Maksudnya tidak akan masuk suatu hikmah atau pelajaran, apabila perut kita dalam keadaan kenyang terisi, karna jika perut kenyang kita akan mudah mengantuk dan malas untuk melakukan apapun. Oleh karena itu manusia akan mudah dan sering mengeluhkan sesuatu hal. Misalnya tugas kuliah, tugas pekerjaan, dan lain-lain.

Cara agar kita tidak gampang mengeluh yaitu dengan mengurangi ibarat porsi makan. Maksudnya jangan berlebihan ketika makan, perbanyak puasa, dan jangan selalu hanya ingin mendapatkan kesenangan, ada kalanya kita harus mengalami hal-hal susah. Tetapi Allah memberikan kemudahan untuk setiap kesulitan, Allah tidak akan memberikan kesulitan di atas kemampuan umatnya. Pasti ada jalan jika kita berusaha.

—K.H. Jamaludin, Pemateri.

Dwi Riyanti selaku ketua pelaksana berharap dengan adanya kajian bisa menjadi pembelajaran, pemahaman yang bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, beliau menambahkan bahwa nafsumu ada di dalam perutmu. Maksudnya tidak akan masuk suatu hikmah atau pelajaran, apabila perut kita dalam keadaan kenyang terisi, karna jika perut kenyang kita akan mudah mengantuk dan malas untuk melakukan apapun. Oleh karena itu manusia akan mudah dan sering mengeluhkan sesuatu hal. Misalnya tugas kuliah, tugas pekerjaan, dan lain-lain.

Dengan tema Menata Diri Menuju Ridho Ilahi tentunya kita diharapkan mampu memperbaiki diri dengan ikhtiar, taqwa, dan bertawakal kepada Allah SWT. Dan diharapkan pada setiap diri seorang muslim dan muslimah bisa mengambil hikmah dari setiap perjalanan kehidupan Rasulullah SAW sebagai pengingat dan rasa syukur kita atas kehidupan sekarang,

—Dwi Riyanti, Ketua Pelaksana Kajian.
  • Reporter : Asri
  • Editor : Vhina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *