Setiap 8 Maret seluruh penjuru dunia memperingati Internasional Women’s Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional. Peringatan Hari Perempuan Internasional merupakan sebuah peringatan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan merayakan pencapaian perempuan dalam aspek sosial, ekonomi, budaya, hingga keterlibatan politik.
Dilansir dari website internasionalwomenday.com, Hari Perempuan Internasional pertama kali dirayakan pada tahun 1911. Perayaan ini didukung oleh lebih dari 1 juta orang di berbagai negara seperti Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss. Peringatan Hari Perempuan Internasional menjadi resmi ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai turut merayakan pada tahun 1975.
Peringatan Hari Perempuan Internasional pada 2024 kali ini mengusung sebuah tema yaitu “Inspire Inclusion” atau Inspirasi Inklusi. Tema Inspirasi Inklusi berusaha mengajak setiap orang untuk menyadari dan menghargai perspektif dan kontribusi perempuan dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang berasal dari kelompok marginal. Salah-satu fokus utama tema Inspirasi Inklusi adalah menyadari keragaman dalam posisi kepemimpinan dan pengambilan keputusan- yang mana perempuan kerap kali menjadi kelompok yang kurang terwakili dan menghadapi hambatan-hambatan dalam peran kepemimpinan.
Ratu Inayah, atau kerap disapa Ratu merupakan salah-satu dari Mahasiswa perempuan di Untirta yang menduduki posisi strategis di organisasinya. Pernah menjabat sebagai Ketua Umum HMJ Ilmu Pemerintahan Fisip Untirta pada tahun 2023 menggantikan Ketua Umum sebelumnya, kini dirinya diberi lagi kesempatan untuk menjadi Wakil Ketua Umum BEM Fisip Untirta 2024.
Ratu membagikan pengalamannya sebagai seorang perempuan yang menjadi Ketua, bahwa dirinya sejak awal menjabat sebagai Wakil Ketua Umum HMJ Ilmu Pemerintahan selalu dilibatkan dalam proses pengambilan segala keputusan- baik keputusan kecil hingga keputusan besar. Hingga pada akhirnya di pertengahan periode Ratu resmi naik menjadi Ketua Umum HMJ Ilmu Pemerintahan berdasarkan hasil keputusan Musyawarah Mahasiswa Istimewa (Musmais) tahun 2023 lalu.
Ratu mengaku dirinya mendapatkan dukungan yang kuat ketika transisi itu terjadi. Ratu tidak merasakan dirinya mendapatkan sentimen-sentimen negatif ketika dirinya menjadi Ketua Umum HMJ Ilmu Pemerintahan menggantikan Ketua yang sebelumnya. Ratu merasa di lingkup Fisip terutama di kalangan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan sendiri sudah mulai terbuka dan memahami adanya kesetaraan gender. Tak ada lagi pemikiran bahwa perempuan tidak bisa menjadi seorang pemimpin. Hal ini dapat dilihat dari kepemimpinan tahun-tahun sebelumnya yang selalu ada sosok perempuan di dalamnya.
Tidak adanya diskriminasi terhadap perempuan di lingkup kampus Untirta juga diungkapkan oleh Nazwa Shakila, Mahasiswa Administrasi Publik angkatan 2022. Nazwa merasa dalam proses diskusi seperti forum hingga diskusi biasa bersama teman-temannya di kelas, pendapat dan pandangannya selalu dihargai dan didengarkan.
Nazwa berharap kedepannya akan lebih banyak lagi kesempatan bagi perempuan untuk menjadi seorang pemimpin, melihat pemimpin-pemimpin saat ini didominasi oleh laki-laki. Nazwa yakin bahwa para perempuan juga mampu memegang peran sebagai seorang pemimpin.
Ratu juga mengungkapkan harapannya agar mendapatkan upaya yang mendalam dan berkelanjutan untuk mengubah paradigma, budaya, dan struktural yang saat ini masih membatasi akses dan kemajuan para perempuan di kalangan Akademis. Ratu berharap dengan adanya kolaborasi antara Mahasiswa dan pihak Akademisi dapat menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, beragam, dan juga mendorong semua individu tanpa terkecuali untuk mencapai potensi mereka sepenuhnya tanpa adanya hambatan yang tidak adil. Terakhir, Ratu berharap di lingkup Untirta dapat tercipta keadilan dan kesetaraan gender, baik terhadap perempuan maupun laki-laki.
Penulis: Hanna
Editor: Ira, Nahser