Ubah Sampah Jadi Bernilai, Kelompok 10 KKM Untirta Sosialisasikan Bank Sampah di Desa Kertasana

Kelompok 10 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sukses menyelenggarakan sosialisasi bank sampah kepada masyarakat kampung Kubang Gabus, Desa Kertasana, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, pada Sabtu (10/08/2024). Pelaksanaan sosialisasi bank sampah ini bekerja sama dengan Paguyuban Karya Salemba Empat (KSE) Untirta sebagai pemateri. Alasan dipilihnya KSE karena dinilai berpengalaman dalam menjalankan program bank sampah.

Perwakilan kelompok, Elizabeth Verum Silaban, mengungkapkan tujuan utama dari program kerja ini untuk mengedukasi masyarakat tentang cara mendaur ulang dan mengelola sampah yang lebih baik. Selain itu, guna mendorong partisipasi aktif dalam sistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Konsep bank sampah melibatkan sistem pengelolaan sampah yang mirip dengan sistem perbankan, yaitu sampah yang dapat didaur ulang diproses menjadi barang bernilai dan akan ditukar dengan keuntungan atau insentif untuk nasabahnya.

sumber: Kelompok 10 KKM Untirta

Sosialisasi ini berangkat dari keluhan masyarakat yang tidak memiliki tempat pembuangan sampah sehingga sampah-sampah yang ada kerap kali menumpuk. Sasaran peserta sosialisasi adalah kalangan ibu-ibu yang berada di lingkungan Kampung Gabus, khususnya pengurus Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Selama sosialisasi juga dilakukan demonstrasi pembuatan ecobrick yang merupakan salah satu cara untuk mengelola sampah plastik menjadi barang yang dapat digunakan kembali.

Elizabeth berharap dengan adanya sosialiasi bank sampah ini, masyarakat mampu mengelola sampah menjadi sumber pendapatan yang bermanfaat serta membuat lingkungan desa lebih tertata rapih dan bersih.

“Harapannya dengan sosialisasi bank sampah ini masyarakat dapat mengelola sampah dan dapat menjadi salah satu sumber pendapatan yang bermanfaat. Selain itu juga dengan sosialisasi bank sampah ini semoga lingkungan desa kertasana dapat tertata lebih rapi dan bersih,” ucapnya.

penulis: Nadia Larisa