Dalam kehidupan sehari-hari, tidur menjadi kebutuhan biologis yang sangat penting untuk semua orang. Tubuh akan mendapatkan energi ketika memiliki waktu tidur yang cukup. Umumnya, setiap orang memerlukan 7 hingga 8 jam tidur tanpa terputus di malam hari. Namun, tidak semua orang dapat menerapkan kebiasaan tidur ini.
Ada istilah “Polyphasic Sleep” yang muncul dari penelitian ilmiah mengenai pola tidur manusia oleh J. S. Szymanski. Pola ini melibatkan tidur dengan empat segmen dalam sehari, yang berarti seseorang tidur lebih dari dua kali sehari. Biasanya, pola ini sengaja dilakukan untuk orang-orang yang ingin mengurangi jumlah total jam tidurnya dengan alasan sedang memiliki jadwal yang padat.
Berikut empat cara umum dalam menerapkan tidur polyphasic:
- Uberman: Pola ini melibatkan tidur selama 20-30 menit setiap 4 jam dalam sehari. Total waktu tidur biasanya berkisar antara 2-3 jam per hari. Pola ini sering dianggap sebagai metode paling ekstrim dari tidur polyphasic dengan menekankan banyak nap singkat.
- Everyman: Metode ini lebih fleksibel dan terdiri dari satu sesi tidur utama selama 3-4 jam di malam hari, ditambah 2-4 nap selama 20-30 menit di siang hari. Total waktu tidur biasanya antara 4-5 jam.
- Dymaxion: Salah satu pola yang paling ketat, dengan hanya 4 nap selama 30 menit yang terdistribusi secara merata sepanjang hari, memberikan total 2 jam tidur.
- Biphasic: Cara yang lebih ringan dan umum dilakukan, di mana seseorang tidur selama sekitar 5-6 jam di malam hari dan menambahkan satu nap selama 90 menit di siang hari. Pola ini masih memungkinkan jumlah tidur yang hampir sama dengan pola monophasic namun dibagi menjadi dua sesi.
Tidur polyphasic memberikan kesempatan untuk siapapun yang ingin memaksimalkan efisiensi waktu dan produktivitas. Namun, jika tidak disertai dengan pemahaman yang matang, pola tidur ini justru akan memberikan banyak risiko daripada manfaat. Jadi, untuk dapat menerapkan pola tidur polyphasic harus didasarkan pada kebutuhan individu, keseimbangan hidup, dan perhatian terhadap kesehatan jangka panjang ya!
Sumber Berita:
- https://www.merdeka.com/jateng/mengenal-pola-tidur-polifasik-ketahui-manfaat-dan-risikonya-kln.html
- https://www.sleepfoundation.org/how-sleep-works/polyphasic-sleep
- https://www.health.com/polyphasic-sleep-8597791
Penulis: Adira Dwi
Editor: Nawal Najiya