Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menorehkan dua prestasi gemilang pada Temu Administrator Muda Indonesia (AdMI) 2024 yang diadakan di Universitas Gadjah Mada mulai tanggal 4-9 agustus. Untirta berhasil menjuarai best presentation ke-3 dan best paper ke-3 pada klaster peningkatan investasi. Prestasi ini pertama kali diraih sepanjang keikutsertaan Untirta pada ajang bergengsi tersebut.
Temu AdMI adalah forum silaturahmi untuk berdiskusi, bertukar pikiran, berkolaborasi, sekaligus ajang kompetisi untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap rumpun Ilmu Administrasi Publik (AP) dengan pembuatan paper penelitian yang diikuti berbagai Universitas di Indonesia.
Tahun ini Temu AdMI mengusung tema “Reformasi Birokrasi Berbasis Outcome untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan” dengan empat klaster yaitu Pengendalian Kemiskinan, Digitalisasi Administrasi Pemerintahan, Peningkatan Penggunaan Produk dalam Negeri dan Pengendalian Inflasi, serta Peningkatan Investasi.
Adapun lima delegasi yang Untirta kirimkan antara lain Philips Hakim (AP 2021), Riezka Salsabila (AP 2021), Lola Amelia Maharani (AP 2022), M. Bayu Arya Dita (AP 2022), dan Garin Berliana Gians Hiangan (AP 2023). Mendapatkan klaster Peningkatan Investasi, mereka membuat penelitian berjudul “Analisis Human Capital Invesment dan Aglomerasi Industri Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Banten”.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari bimbingan dosen Administrasi Publik yaitu Sierfi Rahayu dan Kandung Sapto Nugroho serta persiapan yang dilakukan selama kurang lebih lima bulan.
“Kami diberikan bimbingan oleh dua dosen pembimbing kami di kampus yaitu Bu Sierfi dan Pak Kandung dengan kami mempersiapkan kurang lebih 5 bulan sampai kami tiba di UGM Yogyakarta,” kata Muhammad Bayu Arya Dita, salah satu anggota delegasi (9/8/2024).
Bayu, sapaann akrabnya, mengungkapkan kendala dan tantangan yang timnya hadapi adalah memanage kesibukan masing-masing delegasi dan kurangnya kesiapan logisitik.
“Kendala kami adalah memanage kesibukan masing-masing delegasi sebelum hari H saat pembuatan paper penelitian. Namun, hal tersebut kami pecahkan. Dan tantangannya adalah kesiapan logistik yang kurang didukung untuk pemberangkatan yang mana bisa saja akan menjadi hilang fokus saat melakukan penelitian,” lanjutnya.
Ia berharap dapat mempertahankan penghargaan ini untuk tahun berikutnya dan pihak kampus memberikan dukungan penuh baik secara logistik maupun pembimbing.
“(Harapannya) mempertahankan penghargaan di tahun berikutnya dan dukungan penuh dari pihak kampus untuk pendampingan penelitian kami baik secara logistik maupun pembimbing,” ucap Bayu.
Penulis: Nadia Larisa
Editor: Ira Nazliyah