Pandawara Group: Aksi Nyata Kelompok Pemuda Terhadap Lingkungan

Sumber : Dok/Instagram @pandawaragroup


Nama Pandawara Group pastinya sudah tidak asing kita dengar pada akhir-akhir ini karena aksi nya yang viral membersihkan sampah pada aliran sungai ataupun pesisir pantai. Kegiatan membersihkan sampah ini di unggah pada media sosial Instagram pandawaragroup dengan 2 juta pengikut, di tiktok memiliki 7,9 juta pengikut dengan 57 juta views, dan pada youtube sebanyak 14,2 ribu subscriber.

Sekelompok pemuda yang beranggota lima orang yaitu, Rafly Pasya, Agung Permana, Rifki Sa’dulah, Muchamad Ikhsan, dan Gilang Rahma. Pandawara berasal dari kata Pandawa dan Wara yang dijelaskan oleh Ikhsan sebagai berikut “Diambil dari dua kata, Pandawa yang dalam kisah pewayangan artinya berlima juga. Waranya di berbagai Bahasa artinya membawa berita baik” ungkap Ikhsan seperti dikutip dari detik.com saat diwawancarai detikJabar di salah satu kafe, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Berawal dari keresahan yang mereka rasakan sebagai korban banjir di sekitar mereka yang disebabkan oleh sampah, lima pemuda ini berani untuk mengambil langkah dengan aksi mereka turun langsung untuk mengambil sampah yang menumpuk sehingga tertutupnya aliran sungai atau resapan air. “Awalnya memang itu (membersihkan sampah) kegiatan kita, sebelum dikontenin kita sudah melakukan kegiatan tersebut. Karena, memang kita pun adalah korban dari masalah sampah yang menyebabkan banjir sampai masuk kedalam rumah” ucap Gilang dari kanal youtube CURHAT BANG Denny Sumargo.

Oleh karena itu, mereka mulai dengan membersihkan sekitar mereka di daerah Bandung Selatan. Namun, aksi yang mereka lakukan ini belum dapat menyelesaikan permasalahan banjir yang terjadi karena penumpukan sampah pada selokan dan aliran sungai. “Sebanyak apapun sampah yang kita bersihkan, mungkin dalam waktu dekat tidak akan pernah selesai kalau memang kesadaran masyarakatnya sendiri masih kurang” ujar Gilang saat berada di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo

Viralnya konten aksi Pandawara saat membersihkan sampah pada pertengahan 2022 lalu, menjadikan mereka sekelompok pemuda yang menginspirasi dalam kepedulian terhadap lingkungan, serta mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai kalangan. Aksi yang dilakukan Pandawara membuat banyak sekali masyarakat tergerak untuk ikut bersama membersihkan sampah.
Akhirnya, Pandawara sering kali membuka volunteer untuk ikut turun membersihkan sampah yang menjadi sumber masalah banjir. Saat ini mereka tidak hanya membersihkan daerah asal mereka yakni Jawa Barat, tetapi sudah keluar daerah seperti Banten, Lampung, Cirebon, Kalimantan Selatan, dan Semarang.
Sering kali kita lihat pada akhir-akhir ini Pandawara viral dengan menominasi pantai terkotor dan diurutkan, bukan hanya sekedar masyarakat yang tergerak tetapi juga pemerintah setempat yang menjadi sorotan.

Tidak ada niat dari Pandawara untuk mempermalukan pemerintah setempat karena unggahanya. Pandawara mengungkapkan tidak gegabah untuk mengatakan sebuah pantai menjadi terkotor, hal ini berdasarkan pada fakta lapangan.
Dalam hal pembelian alat pelengkapan untuk membersihkan sampah seperti sarung tangan, trashbag, hingga biaya angkut sampah ke tempat pembuangan akhir awalnya dilakukan Pandawara menggunakan dana pribadi. Namun, saat ini mereka sudah banyak memiliki sponsor yang mendanai aksi mereka untuk turun membersihkan sampah.

Pandawara menjadi contoh sekelompok pemuda yang bisa memanfaatkan media sosial dengan baik, untuk menarik minat masyarakat khususnya kalangan muda agar peduli terhadap lingkungan. Hal ini merupakan sebuah aksi yang membawa pada perubahan terhadap lingkungan agar tetap terjaga dengan baik, karena masalah banjir bukan hanya tugas pemerintah tetapi kita sebagai masyarakat punya peran untuk menanganinya.

Referensi
Pandawara Group, Kelompok Anak Muda Pengungkap Parahnya Masalah Sampah Halaman all – Kompas.com

Pandawara Group, Lima Sahabat Menerjang Sungai demi Pungut Sampah (detik.com)

Pandawara Group, 5 Pemuda yang Viral karena Bersihkan Sampah, Ternyata Korban Banjir (kompas.com)

  • Penulis: Ira
  • Editor: Iksan, Iwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *