Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar Kompetisi Poster Inovasi bertajuk “Inovasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih, Akuntabel, dan Berdampak”. Kompetisi yang berlangsung pada 1 hingga 18 Agustus 2026 tersebut menuai perhatian setelah muncul dugaan penggunaan Artificial Intelligence (AI) pada poster juara kedua dan ketiga.
Pada 18 Agustus 2026, akun Instagram @fh.untirta mengumumkan tiga pemenang kompetisi beserta poster karya masing masing. Setelah pengumuman tersebut, muncul dugaan penggunaan Artificial Intelligence (AI) pada poster juara kedua dan ketiga. Tidak lama kemudian, unggahan tersebut dihapus setelah mendapat protes dari mahasiswa.
Poster tersebut kemudian kembali beredar setelah akun Instagram @untircoy.janggal mengunggahnya pada 19 Agustus 2026 dan menyoroti dugaan penggunaan AI pada kedua poster tersebut.
Menanggapi hal ini, Dosen Komunikasi Visual Untirta, Rangga Galura Gumelar, beranggapan bahwa penggunaan AI sebagai acuan sangatlah wajar. Berbeda halnya jika menggunakan elemen AI sebagai hasil akhir karya, karena akan menghilangkan esensi dari orisinalitas karya itu sendiri.
“Kalau menurut saya harus ada kolom bahwa AI diperbolehkan, tapi tadi, batasan AI-nya jelas ini harus sebagai brainstorming saja, tidak boleh sebagai hasil akhir,” ujar Rangga saat diwawancarai online via Google Meet oleh LPM Orange (28/07/2026).
Rangga mengatakan penyelenggara perlu mencantumkan aturan penggunaan AI secara jelas dalam syarat dan ketentuan perlombaan agar tidak terjadi perbedaan pemahaman setelah hasil diumumkan. Menurutnya, ketentuan yang tidak spesifik dapat menjadi celah bagi peserta. Ia juga menambahkan bahwa bentuk file desain dapat membantu juri dalam menilai karya.
“Kalau hanya dikasih PDF-nya kan terbatas ya, maksudnya kita kan nggak bisa lihat nih dia bikinnya gimana, layer-nya apa dan sebagainya kan,” tutur Rangga.
Dalam kompetisi desain, berkas asli dapat membantu juri melihat proses dan struktur pembuatan karya yang tidak terlihat pada berkas PDF atau JPEG. Menurut Rangga, pemeriksaan tersebut juga dapat menjadi pertimbangan dalam menilai proses pembuatan karya.
Persoalan tersebut menunjukkan pentingnya kejelasan aturan mengenai penggunaan AI dalam kompetisi desain. Ketentuan yang mengatur batas penggunaan AI dapat menjadi acuan bagi peserta dan juri dalam proses pembuatan serta penilaian karya.
Penulis: Najma
Editor: Alma Shafuramah