Bertani Ide dan Memanen Keuntungan Melalui Usaha Sampingan Ala Mahasiswa

Sumber : Instagram/@aromabanten

Berani memulai dan kreatif berkarya, mahasiswa Untirta kini semakin banyak yang terjun ke dunia wirausaha melalui side hustle atau usaha sampingan menarik. Mulai dari usaha kuliner, hingga usaha kerajinan seperti lilin aroma terapi. Tak hanya untuk menambah penghasilan, mereka juga menggali pengalaman berharga di dunia bisnis. Selain itu, alasan lain  yang melatarbelakangi para mahasiswa berwirausaha adalah munculnya kesadaran akan permasalahan lingkungan dan sebagai bentuk kontribusi dalam kegiatan biro ekonomi kreatif yang diusung oleh Badan Eksekutif Mahasiswa. 

Dalam berwirausaha, biaya yang diandalkan para mahasiswa bukan hanya biaya pribadi, beberapa kelompok wirausaha mahasiswa berhasil meraih pendanaan dari Kemendikbud melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Selain itu, adapula Organisasi Mahasiswa seperti Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP UNTIRTA yang mendapatkan dukungan dana langsung dari Fakultas.

Zhillan Zhalila Az Zahra, mahasiswi Agribisnis yang memiliki usaha Mochi bernama Mochi Lanel, mengandalkan biaya pribadi sebagai modal usahanya sejak awal 2023. Modal awal yang didapatkan Zhillan berasal dari tabungan uang bulanan yang dikirimkan oleh orang tuanya, yang kemudian dari hasil penjualannya, ia jadikan untuk modal selanjutnya. Alasan ia memulai usaha ini adalah untuk menambah penghasilan tambahan. Tak hanya itu, Zhillan juga memiliki tujuan untuk memperoleh pengalaman berwirausaha. 

Target berwirausaha sudah berhasil dicapai oleh Zhillan, yaitu memperoleh keuntungan. Keuntungan yang berhasil dicapainya, dapat ia gunakan untuk menabung, membantu membayar biaya sewa kost, hingga memenuhi kebutuhannya sebagai anak kost. Selain keuntungan dalam finansial, Zhillan juga merasa bahwa berwirausaha menumbuhkan keterampilan yang berkembang, seperti kemampuan dalam marketing, memanajemen waktu, dan pengelolaan usaha.

Selain Zhillan, mahasiswi jurusan Administrasi Publik bernama Yunia Cindy Amelia, juga memiliki usaha sampingan yang bergerak di bidang kuliner. Cindy merupakan salah satu bagian dari Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP, tepatnya di Biro Ekonomi Kreatif yang memang berkaitan erat dengan kewirausahaan. Ia menjual Jasuke (Jagung Susu Keju) dan Corn Ribs di Rooftop Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Usaha ini baru dimulainya ketika program kewirausahaan yang diadakan oleh Fakultas berjalan. Tujuan dibentuknya usaha ini adalah untuk menghasilkan suatu profit serta wadah melatih kemampuan berwirausaha.

“Latar belakang membuka usaha di Rooftop Fisip itu karena aku merupakan salah satu bagian dari BEM FISIP, tepatnya di biro ekonomi kreatif yang memang berkaitan erat dengan kewirausahaan di suatu organisasi untuk menghasilkan suatu profit dan juga sebagai kesempatan untuk melatih kemampuan berwirausaha teman-teman Biro Ekonomi Kreatif yang lain,” ujar Cindy, Kamis (31/10/2024).

Program berjualan di Rooftop ini, diadakan oleh FISIP yang bekerja sama dengan kewirausahaan dengan tujuan untuk memberdayakan Rooftop yang sepi. Jadi, dengan adanya program berjualan ini, diharapkan dapat membuat Rooftop Fisip ramai dan berguna. Mahasiswa yang berjualan di Rooftop Fisip akan mendapatkan pendanaan atau modal usaha yang diperoleh dari pihak Fakultas dengan cara mengajukan proposal.

Pembiayaan usaha juga dirasakan oleh tim yang lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). P2MW adalah program yang dirancang untuk meningkatkan kewirausahaan mahasiswa dan memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi. Program ini dikelola oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Ditjen Dikti Ristek, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Sekelompok mahasiswa dari berbagai jurusan ini, menjalankan usaha kerajinan Lilin Aromaterapi yang dinamakan AromaBanten dengan dana yang diberikan oleh Kemendikbud. 

Berdasarkan informasi dari salah satu anggota tim tersebut, yaitu Najwa Qonita Mumtazah, benefit yang diberikan bukan hanya pendanaan saja, tetapi juga berupa bimbingan usaha, disiapkan mentor, hingga kesempatan berjualan di event kampus dengan gratis. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Biologi ini menjelaskan alasan terciptanya usaha tersebut dilatarbelakangi adanya permasalahan lingkungan tentang limbah domestik (limbah minyak jelantah). Usaha yang baru berjalan pada 7 Agustus 2024 ini, berhasil mencapai beberapa target, salah satunya yaitu penjualan produk lilin aromaterapi yang sangatlah laris.

“Usaha AromaBanten ini didanai oleh Kemendikbud, sebagai tim yang lolos pendanaan program P2MW. Bentuk dukungan lainnya yaitu diberikan bimbingan usaha, disiapkan mentor, diberikan kesempatan untuk berjualan di event kampus dengan gratis. Untuk targetnya alhamdulillah beberapa target sudah tercapai, salah satunya produk kami terjual laris. Namun, belum rezeki kami untuk mendapatkan kesempatan lolos program KMI [Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia],” jelas Najwa pada Rabu (23/10/2024).

Dengan semakin meningkatnya minat berwirausaha di kalangan mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, berbagai usaha sampingan yang inovatif dan berguna tidak hanya memberikan kesempatan untuk meningkatkan pendapatan, tetapi juga sebagai wadah untuk mengasah keterampilan bisnis dan memberikan dampak positif pada lingkungan sekitar. Adanya dukungan keuangan dari berbagai pihak diharapkan membuat mahasiswa semakin termotivasi untuk terus berinovasi dan meraih kesuksesan dalam dunia wirausaha, sehingga mereka juga dapat berperan dalam menyelesaikan masalah sosial dan lingkungan.

Penulis: Muthia

Editor: Hanna Tiosenia