Sumber: Pinterest
Belakangan ini muncul kembali istilah stoikisme yang sedang populer dibicarakan oleh generasi muda. Mereka percaya jika stoikisme dapat menjadi jalan keluar untuk menyelesaikan masalah kehidupan mereka yang sedang runyam.
Di kehidupan kuliah, sudah menjadi hal umum jika mahasiswa merasa tertinggal dengan mahasiswa lain sehingga hal ini dapat menimbulkan tekanan yang diciptakan oleh pikirannya sendiri. Mereka akan merasa lelah atas apa yang mereka takuti dan berujung menyalahkan dirinya sendiri.
Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan menerapkan mindset stoikisme. Stoikisme adalah salah satu ajaran filsafat yang diciptakan oleh Zeno di Athena pada 294 sebelum Masehi dengan mempelajari tentang ragamnya pengendalian diri, yakni mengendalikan perasaan negatif serta mengajarkan proses hidup yang lebih bijaksana.
Terdapat beragam cara untuk mengatur pikiran agar mendapat kebahagiaan. Salah satunya dengan menjalani pola pikir stoikisme yang berfokus untuk mengurangi emosi negatif. Berikut adalah cara yang dapat dijalani untuk mendapat ketenangan:
1. Fokus kepada mindset yang dimiliki
Stoikisme menekankan pentingnya memiliki pandangan yang rasional dan seimbang dalam menghadapi kehidupan. Kita harus berusaha untuk tidak terbawa oleh emosi yang berlebihan. Jika kita berpikir secara rasional, kita bisa mengambil keputusan yang lebih baik dan menjaga ketenangan pikiran.
2. Hidup dengan menyesuaikan alam
Menurut stoikisme, kebahagiaan dapat diraih dengan hidup selaras bersama alam. Kita harus menghormati dan menjaga alam, serta menjalani hidup yang sesuai dengan hukum alam. Seperti tidak membuang sampah sembarangan yang menjadi bentuk penerapan dari prinsip ini.
3. Menjaga Rasa Syukur
Rasa syukur juga menjadi inti dari stoikisme. Kita harus menghargai dan menikmati setiap hal positif yang ada di hidup kita sekecil apapun. Mengapresiasi momen-momen baik meskipun terkadang ada saja hal yang pahit, dapat membantu kita untuk tetap positif dan tidak terjebak dalam pemikiran negatif.
4. Meningkatkan empati dan kasih
Stoikisme mengajarkan pentingnya berempati dan berbuat baik kepada orang lain. Kita harus memahami perasaan orang lain dan memperlakukan mereka dengan kebaikan dan kasih sayang. Sikap ini tidak hanya membuat kita lebih dekat dengan orang lain, tetapi juga memperkaya kehidupan kita dengan kebahagiaan yang berasal dari memberikan kebahagiaan kepada orang lain.
5. Menerima segala hal apa adanya
Salah satu prinsip utama stoikisme yaitu menerima segala sesuatu apa adanya. Kita harus belajar untuk menerima kejadian dalam hidup yang berada di luar kendali kita dengan tidak membuang energi untuk hal-hal yang tidak bisa kita ubah. Dengan menerima kenyataan dan fokus pada apa yang bisa kita kendalikan, kita bisa hidup lebih damai dan seimbang.
Dalam menghadapi tantangan hidup di kuliah, stoikisme dapat mengajarkan kita untuk berfokus kepada apa yang bisa dikendalikan dan menerima apa yang tidak bisa diubah. Jadi, jangan terlalu memikirkan hal yang tidak perlu ya!
Sumber berita: Pinterest (lifelongpublishing)
Penulis: Adira Dwi
Editor: Nawal Najiya