sumber: ©Untirta, LPM Orange
Sejumlah mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menyoroti kebijakan yang dibuat oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) khususnya dalam hal transportasi. Perihal yang mereka keluhkan ialah keterbatasan jumlah lahan parkir terutama di Kampus Sindangsari beserta terbatasnya waktu operasional Shuttle Bus. Kebijakan yang dikeluarkan oleh LPMPP terkait Smart and Green Campus tersebut menuai kritik dan keluhan dari beberapa mahasiswa.
Menurut salah satu mahasisiswi jurusan Administrasi Publik angkatan 2023 yakni Ayu Wulandari, lahan parkir untuk kendaraan bermobil di kampus Sindangsari sangat terbatas.
“Menurut saya untuk lahan parkir bagi kendaraan bermobil sangat terbatas ya dibandingkan dengan lahan parkir untuk kendaraan bermotor yang masih lumayan cukup banyak,” ujarnya (27/5/2024).
Mahasiswa Administrasi Publik 2023 lain, Ryan Maulana, selaras mengatakan bahwa lahan parkir kampus Sindangsari sangat terbatas dan tak mencukupi apabila terdapat acara tertentu di Kampus.
“Saya merasa lahan parkir di kampus ini sangat kurang ya, dan kalau bisa untuk lahannya ditambah di beberapa titik. Karena apabila ada acara besar yang diadakan kampus seperti Wisuda dan sebagainya saya merasa lahannya cukup kurang untuk menampung kendaraan,” ungkapnya (27/5/2024)
Menanggapi keluhan ini, Kepala Pusat Pengembangan Kampus Hijau yang Smart terintegrasi dan berkelanjutan LPMPP Untirta, Heri Haryanto, menyatakan bahwa lahan parkir yang terbatas ialah salah satu aspek penting dari program Smart and Green Campus. Syarat penilaian program ini mengharuskan Untirta untuk mengurangi jumlah lahan parkir agar tidak menyerap banyak karbon.
“Terkait lahan parkir ini memang merupakan program dari Smart and Green Campus yang mengharuskan kami untuk mempersempit lahan parkir, supaya kampus tidak menyerap banyak jejak karbon,” ujar Heri saat diwawancarai di gedung rektorat (27/05/2024).
Heri menjelaskan bahwa seharusnya Untirta tidak menyediakan lahan parkir. Tetapi karena terjadi pro kontra, maka disediakan lahan parkir yang terbatas.
“Seharusnya kami memang tidak akan menyediakan lahan parkir, namun itu membuat kami dilema. Karena terdapat pro dan kontra dari penyediaan pelayanan fasilitas, kami tetap menyediakan lahan parkir hanya saja lahan parkir yang disediakan terbatas,” tambahnya.
Kebijakan Smart and Green Campus ini tak hanya menyoroti pada hal keterbatasan lahan parkir yang membuat mahasiswa resah, tetapi juga terdapat hal lain yakni pada waktu operasional Shuttle Bus.
Salah satu mahasisiswa yakni Nuraini, mahasiswi jurusan Ilmu Pemerintahan Angkatan 2023, mengatakan bahwa waktu operasional shuttle bus untirta belum optimal.
“Menurut saya untuk waktu operasional belum cukup baik dan efektif, apalagi kalau di kondisi hari tertentu yang sedang ramai peminat. Sebaiknya jam operasional Shuttle Bus ditambah, supaya kami tidak perlu berdesakan pada saat mengunakan Shuttle Bus ini,” ujarnya.
Menanggapi keluhan mahasiswa, Heri mengaku bahwa LPMPP sudah mengetahui masalah ini. Ia mengatakan kalau pihaknya sudah bekerja semaksimal mungkin, tetapi karena beberapa alasan tertentu juga keterbatasan kemampuan hingga biaya operasional, kebijakan ini belum berjalan dengan maksimal.
“Kami memahami keluhan mahasiswa terkait hal ini, kami sudah berproses semaksimal yang kami bisa, kami juga terus berusaha untuk mengejar ketertinggalan dari PTN lainnya. Namun karena biaya operasional kami yang terbatas sehingga operasional shuttle bus untirta saat ini hanya bisa dilakukan seperti sekarang,” ungkapnya.
Harapan mahasiswa terkait kedua konsen ini adalah titik lahan parkir dan waktu operasional shuttle bus bisa ditambah.
“Menurut saya mungkin ditambah lagi untuk titik lahan parkirnya, supaya kami mahasiwa mahasiswi tidak perlu jauh jauh apabila ingin memarkirkan kendaraan,” tutur Ryan.
“Kami harap pihak universitas bisa segera menambah waktu operasional untuk shuttle bus kedepannya, karena ini mempermudah kami yang menggunakan transportasi umum,” harap Nuraini.
Penulis: Nova
Editor: Ira