Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga, Mahasiswa KKM
05 Untirta Gelar Edukasi dan Simulasi Pertolongan Pertama di Desa Kurung Kambing

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Kabupaten Pandeglang — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 05 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa melaksanakan program kerja WASPADA (Warga Siaga Pertolongan Pertama) berupa edukasi dan simulasi pertolongan pertama bagi masyarakat Desa Kurung Kambing, Kecamatan Mandalawangi. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026 ini dilaksanakan di salah satu majelis desa dan diikuti oleh sekitar 20 peserta. Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan sehari-hari

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Program WASPADA diselenggarakan berdasarkan hasil observasi mahasiswa KKM yang menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Kurung Kambing belum pernah memperoleh edukasi khusus mengenai pertolongan pertama. Padahal, berbagai kondisi darurat seperti luka, mimisan, tersedak, luka bakar, pingsan, hingga kejang dapat terjadi kapan saja dan memerlukan penanganan awal yang tepat sebelum mendapatkan bantuan tenaga kesehatan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat memiliki bekal pengetahuan dasar agar mampu memberikan pertolongan secara cepat, tepat, dan aman.

Kegiatan menghadirkan Annisa Restia, mahasiswa Keperawatan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa angkatan 2023, sebagai pemateri utama, didampingi oleh Futri Ayu, mahasiswa Ilmu Keolahragaan angkatan 2023. Sementara itu, Keysha Nabih, mahasiswa Pendidikan Sosiologi angkatan 2023, bertindak sebagai koordinator lapangan yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.

Selama kurang lebih dua jam, peserta mendapatkan materi mengenai prinsip dasar pertolongan pertama, mulai dari penanganan luka, mimisan, tersedak, luka bakar, pingsan, hingga kejang. Setelah penyampaian materi, pemateri memberikan demonstrasi penanganan pada beberapa kondisi darurat yang sering ditemui di lingkungan masyarakat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi bersama agar peserta dapat mempraktikkan secara langsung teknik pertolongan pertama yang telah dipelajari.

Dalam pemaparannya, Annisa Restia menjelaskan bahwa pertolongan pertama merupakan tindakan awal yang sangat penting untuk mencegah kondisi korban semakin memburuk sebelum mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan

“Pertolongan pertama bukan berarti menggantikan tenaga medis, tetapi merupakan tindakan awal untuk mencegah kondisi korban semakin memburuk. Yang paling penting adalah tetap tenang, memastikan situasi aman, lalu memberikan pertolongan sesuai kemampuan sambil menunggu bantuan medis datang,” jelas Annisa.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai kondisi darurat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari￾hari. Suasana semakin interaktif ketika dua orang warga secara sukarela menjadi relawan simulasi, sehingga peserta lain dapat melihat secara langsung bagaimana teknik pertolongan pertama dilakukan dengan benar. Sesi praktik tersebut membuat peserta lebih mudah memahami materi yang telah disampaikan sekaligus menambah kepercayaan diri mereka dalam melakukan pertolongan pertama

Koordinator lapangan, Keysha Nabih, mengatakan bahwa tingginya partisipasi masyarakat menjadi salah satu indikator keberhasilan kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, warga sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai. Kami berharap materi yang disampaikan hari ini bisa menjadi bekal bagi masyarakat agar tidak panik dan mengetahui tindakan awal yang tepat ketika menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

Melalui Program WASPADA, mahasiswa KKM Kelompok 05 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa berharap masyarakat Desa Kurung Kambing semakin siap menghadapi kondisi kegawatdaruratan sehari-hari serta mampu memberikan pertolongan pertama yang tepat sehingga dapat meminimalkan risiko sebelum korban memperoleh penanganan medis. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengetahuan dasar pertolongan pertama