Dari Desa untuk Masa Depan, Mahasiswa KKM 76 Untirta Ajak Masyarakat Desa Lempuyang untuk Peduli Lingkungan

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Kabupaten Serang — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 76 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa melaksanakan program kerja bertajuk Gerakan Desa Bersih dan Peduli Lingkungan di Desa Lempuyang, Kecamatan Tanara. Program ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan fokus pada peningkatan kesadaran lingkungan serta upaya pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan Gerakan Desa Bersih dan Peduli Lingkungan diawali pada Sabtu, 17 Januari 2026, dengan pembentukan komunitas peduli lingkungan yang diberi nama EcoLempuyang. Komunitas ini dibentuk sebagai wadah partisipasi aktif masyarakat desa, khususnya generasi muda dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menumbuhkan kepedulian terhadap isu-isu lingkungan di Desa Lempuyang. Diharapkan, EcoLempuyang dapat menjadi penggerak utama kegiatan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan, baik selama masa KKM berlangsung maupun setelah kegiatan KKM berakhir.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Pada hari yang sama, mahasiswa KKM Kelompok 76 juga melaksanakan pemasangan plang larangan membuang sampah di area sungai. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan ke sungai. Sungai memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Desa Lempuyang, sehingga kebersihannya perlu dijaga bersama guna mencegah pencemaran lingkungan dan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

Koordinator Gerakan Desa Bersih dan Peduli Lingkungan, Chika Afiana Adriani, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan Desa Lempuyang yang masih membutuhkan perhatian bersama, khususnya terkait kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, dan pelestarian alam.

“Program Gerakan Desa Bersih dan Peduli Lingkungan terbentuk karena adanya kepedulian terhadap kondisi lingkungan desa yang masih membutuhkan perhatian bersama. Melalui program ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.

Chika menambahkan, peran mahasiswa sebagai penanggung jawab tidak hanya sebatas pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai penggerak dan penghubung antara pemuda, masyarakat, dan pihak desa agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kami berperan merancang dan mengoordinasikan kegiatan, mengajak masyarakat terlibat aktif, serta menjadi penghubung antara pemuda, masyarakat, dan pihak desa agar program ini dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Salah satu staf Desa Lempuyang, Boeti, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh mahasiswa KKM.

“Kami dari pihak desa sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKM Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Program ini sangat bermanfaat dan membantu desa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya di area sungai,” ujarnya.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Sebagai puncak kegiatan, mahasiswa KKM Kelompok 76 melaksanakan program penanaman bibit pohon secara kolaboratif pada Selasa, 26 Januari 2026. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian, Sistem Pertanian Terpadu (Sitandu), serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam pengadaan bantuan bibit pohon. Kegiatan penanaman dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan aparat desa dan masyarakat setempat di lahan kosong serta pekarangan rumah warga Desa Lempuyang.

Koordinator Program Kerja Gerakan Desa Bersih dan Peduli Lingkungan, Diya Asmi Aulia, menjelaskan bahwa pemilihan program penanaman bibit pohon didasari oleh kondisi lingkungan Desa Lempuyang yang masih membutuhkan peningkatan penghijauan.

“Program penanaman bibit pohon ini dipilih karena melihat daya serap air desa yang masih rendah serta tingkat penghijauan yang belum optimal. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata penghijauan desa sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” tutur Diya.

Diya juga menambahkan bahwa respons masyarakat terhadap program kerja yang dilaksanakan sangat positif. Warga Desa Lempuyang menunjukkan antusiasme tinggi dengan terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari gotong royong, pemasangan plang larangan membuang sampah, hingga penanaman bibit pohon.