MEDAN, 9 Desember 2025 – Menjawab keresahan akan kondisi lingkungan yang kian memburuk, AIESEC in USU sukses menggelar perhelatan Impact Circle 10.0 pada Sabtu, 6 Desember 2025. Bertempat di Medan, acara ini menjadi titik temu bagi lebih dari 150 pemuda untuk tidak sekadar berdiskusi, namun merancang aksi nyata terkait manajemen limbah dan penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Fokus utama acara ini dilatarbelakangi oleh korelasi erat antara buruknya pengelolaan sampah dengan tingginya intensitas bencana alam, khususnya banjir, yang kerap melumpuhkan wilayah Sumatera Utara. Impact Circle 10.0 hadir untuk mengubah paradigma peserta bahwa bencana ekologis dapat dimitigasi dimulai dari kebiasaan kecil sehari-hari.
Dalam sesi materi, Audia Syifa Gusra hadir sebagai pembicara utama yang membedah realitas iklim terkini. Ia menekankan bahwa perbaikan lingkungan di Sumatera Utara membutuhkan transformasi perilaku masyarakat yang masif dan sistematis, bukan sekadar wacana.
Sesi diskusi semakin berbobot dengan kehadiran tim dari Tzu Chi Medan. Bertindak sebagai fasilitator, Tzu Chi membimbing peserta menyelami praktik langsung pengolahan sampah. Delegasi diajak memahami bahwa konsep 3R bukan hanya teori, melainkan gaya hidup yang bisa diterapkan di rumah tangga.
Dinamika acara memuncak pada sesi Focus Group Discussion (FGD). Peserta ditantang untuk berkolaborasi dalam kelompok-kelompok kecil (homegroup) guna melahirkan ide inovatif terkait masalah sampah. Antusiasme terlihat jelas saat setiap kelompok mempresentasikan gagasan orisinal mereka di hadapan forum.
Sorotan utama acara meliputi:
● Wawasan Komprehensif: Pemaparan risiko lingkungan dan strategi adaptasi oleh Audia Syifa Gusra.
● Pendampingan Praktis: Simulasi penerapan gaya hidup minim sampah oleh Tzu Chi Medan.
● Kolaborasi Ide: Partisipasi aktif 150+ delegasi dalam merancang solusi lingkungan.
Pasca kesuksesan Impact Circle 10.0, AIESEC in USU menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan ruang tumbuh bagi pemuda. Melalui inisiatif berkelanjutan di masa depan, diharapkan generasi muda semakin peka dan proaktif dalam merespons berbagai isu sosial yang ada.