Tak Sekadar Penampilan, Outfit Jadi Identitas Tiap Fakultas di Kampus

Mahasiswa identik dengan penampilan yang rapi saat menjalani kegiatan perkuliahan. Meski begitu, gaya berpakaian mereka tidak selalu sama. Ada yang tampil santai dan kasual, ada pula yang lebih memilih gaya formal. Setiap fakultas memiliki ciri khas outfit masing-masing sebagai representasi dan cerminan karakter mahasiswanya.

Fenomena perbedaan outfit mahasiswa di tiap fakultas kini semakin terlihat di lingkungan kampus. Setiap fakultas tampaknya memiliki gaya berpakaian yang mencerminkan karakter dan kebiasaannya masing-masing.

Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Clarissa Aramintya Putri, mengatakan bahwa gaya berpakaian mahasiswa FISIP cenderung simpel tetapi tetap stylish

“Menurut aku, sebagai mahasiswa FISIP yang sering pakai baju simple, ini bisa nunjukin kreativitas tapi tetap nyaman juga. Walaupun kadang agak panas, yang penting tetap stylish,” ujarnya, saat diwawancarai LPM Orange melalui WhatsApp pada Jumat (24/10/2025).

Sejalan dengan itu, Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Agista Rissa Arianty menambahkan bahwa gaya santai mahasiswa FISIP dipengaruhi oleh karakter dan mata kuliah yang fleksibel. 

“Menurut aku, alasan kenapa anak FISIP dikenal dengan outfit yang santai tetapi tetap stylish itu karena karakter kebanyakan mahasiswanya yang ekstrover dan ekspresif. Selain itu, mata kuliah di FISIP juga cenderung fleksibel, jadi kita bisa menyesuaikan gaya berpakaian dengan suasana belajar. Santainya anak FISIP bukan berarti asal-asalan. Namun, justru tetap rapi, menarik, dan punya ciri khas tersendiri,” jelasnya saat diwawancarai via WhatsApp oleh LPM Orange pada Jumat, (24/10/2025).

Ia turut menambahkan bahwa mahasiswa FISIP juga menggunakan tampilan formal di kondisi tertentu, seperti pada kegiatan presentasi. “Kalau presentasi, biasanya kita dituntut lebih rapi dan formal. Soalnya, penampilan juga berpengaruh pada kesan saat menyampaikan materi. Jad,i walau biasanya santai, tetap tahu kapan harus menyesuaikan,” tambahnya.

Sementara itu, Mahasiswi Fakultas Hukum, Aniatuzzahro, mengungkapkan bahwa tidak semua mahasiswa FH tampil formal. 

“Kalau di kampus kita, nggak semua anak FH pakai outfit elegan dan formal. Memang ada dosen yang menuntut berpakaian berkerah atau kemeja, tetapi banyak juga yang masih pakai outfit casual seperti sweater, cardigan, celana jeans, bahkan t-shirt,” tuturnya saat diwawancarai via WhatsApp oleh LPM Orange pada Jumat, (24/10/2025). 

Pendapat serupa disampaikan oleh Muhammad Rhazez Aurelian yang mengatakan bahwa mahasiswa Fakultas Hukum biasanya mengenakan pakaian yang cukup rapi seperti kemeja atau baju berkerah.

“Menurut aku, mahasiswa FH pakaiannya nggak bisa dibilang elegan banget, tetapi juga nggak terlalu formal. Paling disuruh rapi aja, kayak pakai kemeja atau baju berkerah. Nggak ada tuntutan buat tampil elegan kok,” ujarnya melalui wawancara WhatsApp dengan LPM Orange pada Jumat, (24/10/2025).

Dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Mahasiswi Jurusan Ekonomi Syariah, Zackiya Nadia Sudrajat Putri menuturkan bahwa penampilan rapi di FEB merupakan gabungan antara tuntutan dan  kebiasaan. 

“Menurut aku, anak FEB kelihatan rapi karena campuran antara tuntutan sama gaya pribadi. Kita kan sering presentasi atau acara formal, jadi lama-lama terbiasa aja. Rasanya kalau tampil terlalu santai tuh ‘nggak FEB banget’,” katanya saat diwawancarai via WhatsApp oleh LPM Orange pada Jumat, (24/10/2025). 

Mahasiswi Program Studi Akuntansi, Khayla Khairunnisa menambahkan bahwa gaya formal sudah menjadi budaya tidak tertulis di fakultasnya.

“Sebenarnya, di FEB tampil rapi itu bukan aturan, tetpi kayak hukum nggak tertulis aja. Soalnya kita disiapin buat dunia kerja yang menuntut profesionalitas. Jadi, kebiasaan tampil formal itu bentuk latihan juga,” ujarnya melalui wawancara WhatsApp dengan LPM Orange pada Jumat, (24/10/2025).

Dari berbagai pandangan tersebut, terlihat bahwa gaya berpakaian mahasiswa di setiap fakultas memiliki keunikan dan maknanya masing-masing. Mahasiswa FISIP cenderung menonjol dengan gaya santai, tetapi tetap stylish sebagai bentuk ekspresi diri. Sementara itu, mahasiswa FH lebih sering tampil rapi dan sopan sesuai dengan tuntutan etika akademik di lingkungan mereka. Di sisi lain, mahasiswa FEB terbiasa mengenakan outfit formal dan rapi yang mencerminkan praktik profesionalitas di dunia kerja. 

Perbedaan gaya berpakaian ini menunjukkan bahwa outfit bukan sekadar pilihan busana, tetapi juga bagian dari identitas serta cerminan karakter setiap fakultas di lingkungan kampus.

Penulis: Ananda Naya

Editor: Muthia Zahra