Ayam Geprek Makanan Simpel yang Jadi Identitas Mahasiswa 

Pedas, gurih, dan ramah di kantong. Tiga hal itulah yang membuat ayam geprek seolah tak pernah kehilangan penggemarnya, terutama di kalangan mahasiswa. Aroma ayam geprek dengan campuran sambal yang khas tak pernah lepas dari masakan kantin kampus hingga warung pinggir jalan, menarik perut-perut mahasiswa yang lapar.

Di tengah banyaknya pilihan kuliner di sekitar kampus, ayam geprek selalu punya tempat istimewa di hati mahasiswa. Menurut mereka, ayam geprek bukan sekadar menu cepat saji, tetapi juga pilihan aman di tengah padatnya aktivitas perkuliahan.

Menurut mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Irene Arum Puspita, alasan ia menyukai ayam geprek adalah karena rasa pedas dengan porsi yang mengenyangkan dan harganya yang bersahabat untuk kantong mahasiswa. 

“Simpel aja jawabannya, makan ayam geprek itu bikin kenyang, dan aku juga suka makanan yang berorientasi pedas, porsinya tuh ga bikin sedih setelah keluar duit” ujarnya saat diwawancarai oleh LPM Orange Via Whatsapp pada Rabu, (22/10/2025). 

Selain itu, Irene juga berpendapat bahwa setiap penjual ayam geprek memiliki ciri khas tersendiri. Hal ini membuat cita rasa ayam geprek menjadi beragam.

“Hal yang membuat unik itu sambal dan cara gepreknya. Ada sambal yang pedasnya nampol banget, ada juga yang lebih kalem. Itu yang membuat tiap tempat memiliki ciri khasnya sendiri,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Irene juga menceritakan bahwa momen makan ayam geprek bersama teman adalah hal seru. Misalnya saat makan bersama teman yang tidak terlalu kuat pedas, ia dan teman-temannya jadi tidak hanya menikmati makanannya, tetapi juga momen kebersamaanya.

“Lucu banget liat muka mereka merah karena kepedasan, tetapi tetap maksa makan karena enak,” ujarnya.

Tidak hanya Irene, mahasiswa Ilmu Komunikasi Untirta lainnya, Robito Lintang Adzani, juga menjadikan ayam geprek sebagai menu wajib mingguan. Dalam seminggu, ia bisa dua sampai tiga kali menyantapnya, terutama di kantin kampus Sindangsari yang sudah menjadi tempat favoritnya. Alasan Lintang sangat menyukai ayam geprek adalah karena harganya yang murah dan merupakan makanan yang sudah pasti aman.

“Karena di rumah jarang masak ayam geprek, jadi kalau keluar pasti milih itu. Selain murah, ayam geprek tuh aman. Safety option buat orang-orang yang jarang makan aneh-aneh,” ujar lintang saat diwawancarai oleh LPM Orange, (23/10/2025). 

Selain itu, Lintang juga berpendapat bahwa ayam geprek memiliki daya tarik tersendiri yang sulit tergantikan oleh menu lain. tidak hanya itu, ia juga menyebut bahwa ayam geprek sudah menjadi bagian dari gaya hidup mahasiswa.

 “Rasanya itu campuran antara asin, manis, dan pedas, jadi sangat pas. Ayam geprek engga pernah gagal, apalagi saat lapar. Menurut ku, ayam geprek juga seperti identitas mahasiswa. Kalau ngomongin mahasiswa, pasti nyambung ke ayam geprek. Bahkan, banyak konten di media sosial yang menjadikan ayam geprek sebagai simbol anak kampus,” tambahnya. 

Ayam geprek bukan sekadar santapan, melainkan cerminan perjalanan mahasiswa dalam menjalani hari-hari penuh tantangan. Di balik rasa pedasnya, tersimpan hangatnya perjuangan dan kebersamaan. Mungkin sederhana, tetapi di sanalah kenangan masa kuliah terukir paling manis.

Penulis : Siti Santinah

Editor : Muthia Zahra