Suara Mahasiswa Didengar! Musyawarah Rancangan Kerja BEM FISIP 2025 Rumuskan Langkah Konkret Advokasi Mahasiswa

Sumber: LPM Orange Untirta

Musyawarah Rancangan Kerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) telah dilaksanakan pada Jumat (21/02/2025). Forum yang menjadi wadah mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi tersebut turut mengundang para Organisasi Mahasiswa (Ormawa) FISIP untuk ikut serta menjadi bagian dalam acara tersebut.

Koordinator Bidang Advokesma BEM FISIP UNTIRTA Periode 2025/2026, Hilmi Alvinsyah, menyampaikan tujuan diselenggarakannya musyawarah rancangan kerja ini ialah sebagai wadah untuk menampung aspirasi, inovasi, kebutuhan, maupun keluhan mahasiswa FISIP.

”Karena saya di bidang advokesma, advokasi dan kesejahteraan mahasiswa, menurut saya masih banyak masalah-masalah yang harus dibenahi, khususnya dari advokesma sendiri secara fundamental,” ucap Alvin saat diwawancarai langsung oleh Orange, Jumat (21/02/2025).

Maka dari itu, untuk dapat memastikan bahwa program kerja yang dijalankan selaras dengan kebutuhan mahasiswa FISIP, Alvin menyampaikan bahwa musyawarah rancangan kerja ini inputnya akan datang dari aspirasi, keluhan, maupun inovasi dari mahasiswa yang nantinya akan menghasilkan sebuah output berupa program penindaklanjutan.

“Misal temen-temen dari mahasiswa mengeluhkan soal penampungan aspirasi soal advokasi dan kesejahteraan mahasiswa, nah, dari BEM FISIP akan memberikan solusi dengan membangun sebuah program yaitu ‘Advo Call Center’ yang kita selenggarakan melalui media sosial maupun secara langsung,” jelas Alvin.

Tak hanya itu, diadakannya musyawarah rancangan kerja juga untuk memformulasikan kebijakan atau program yang akan dilaksanakan satu periode dengan disertakannya evaluasi berkala program atau agenda untuk dilaksanakan kedepannya.

Alvin memaparkan perlu untuk menginventaris masalah, mulai dari mahasiswa, atau ormawa yang berkaitan dengan advokesma. Tujuannya untuk memastikan bahwa setiap program kerja yang dirancang dapat diimplementasikan dengan baik.

“Misal di Himakom punya advokaji kita tanya apasih masalah-masalah yang biasanya terjadi di Himakom, itu akan menjadi pertimbangan kita untuk bisa membuat implementasi yang lebih baik lagi, karena dengan adanya inventaris masalah yang cukup maka kita bisa memberikan formulasi program yang lebih baik lagi kedepannya,” ujar Alvin.

Dengan demikian, Alvin berharap musyawarah rancangan kerja ini dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa FISIP. Ia memastikan bahwa program-program yang akan dijalankan selama satu periode ke depan merupakan program-program yang berdasarkan aspirasi mahasiswa bukan program formalitas semata.

Menanggapi pernyataan lebih lanjut sebagai partisipan, Kepala Departemen Advokaji Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) Untirta Periode 2025/2026, Chika Amare, juga turut menyampaikan aspirasinya dalam acara musyawarah rancangan kerja ini. Menurutnya, hal-hal yang berkaitan dengan advokasi menjadi aspek penting untuk dibahas dalam musyawarah rancangan kerja.

“Karena balik lagi banyak banget keluhan dari mahasiswa tentang peradvokasian, di mana tentang info beasiswa, ukt, magang, akademik, itu yang perlu banget dibahas,” papar Chika saat diwawancarai langsung oleh Orange, Jumat (21/02/2025).

Chika mengharapkan agar program kerja yang telah dirancang dapat terealisasikan dengan baik. Menurutnya, program-program tersebut bersinggungan dengan himpunan mahasiswa sehingga keterlibatan antar-himpunan menjadi kunci keberhasilan dalam pelaksanaannya.

Tak jauh berbeda, Staff Departemen Advokaji Himakom Untirta Periode 2025/2026, Cale, menyampaikan harapannya agar program kerja BEM FISIP yang telah dimusyawarahkan dalam rancangan kerja dapat terlaksana dan berdampak nyata bagi mahasiswa.

“Besar harapan banget buat BEM (FISIP) sekarang program program yang dijalankan itu berdampak langsung buat mahasiwa itu sendiri,” tegas Cale.

Harapan lain yang muncul dari keduanya adalah agar program yang telah disampaikan dalam musyawarah rancangan kerja tersebut dapat terjalan dan sesuai kebutuhan mahasiswa, bukan hanya sekadar ucapan atau hanya akan terjalan di awal saja.

Nama Penulis: Alma Shafuramah
Nama Editor: Laras Damasaty