Mengenal Perbedaan SIBI dan BISINDO, HIMA PKh Untirta Luncurkan Kelas Bahasa Isyarat

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Khusus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) meluncurkan kelas bahasa isyarat untuk mengenalkan perbedaan antara Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Kegiatan ini sudah berlangsung selama dua tahun dan dilaksanakan di FKIP Untirta yang bertujuan memberikan pemahaman lebih dalam kepada mahasiswa dan masyarakat umum tentang kedua sistem komunikasi tersebut. Kelas ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dengan penyandang disabilitas pendengaran serta menciptakan lingkungan yang lebih inklusif di kampus.

Program kelas bahasa isyarat yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan khusus Untirta bertujuan untuk memberikan keterampilan serta kesadaran kepada mahasiswa dan masyarakat umum dalam berkomunikasi dengan penyandang disabilitas, khususnya yang memiliki gangguan pendengaran. Program ini sudah berlangsung selama dua tahun kemarin dan tahun ini.

Menurut Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Khusus Untirta, Choirinnisa Ningtia, program ini merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan ruang kesadaran pendidikan bahasa isyarat yang lebih inklusif dan membuka kesempatan yang lebih besar bagi mahasiswa di luar FKIP ataupun di luar fakultas tersebut untuk dapat mempermudah berkomunikasi oleh penyandang disabilitas tunarungu. Dalam kelas tersebut, dijelaskan bahwa terdapat dua penggunaan bahasa isyarat yaitu SIBI dan BISINDO.

Ia juga menjelaskan bahwa Melalui kursus bahasa isyarat ini, ia berharap lebih banyak orang bisa memahami dan berkomunikasi dengan teman-teman penyandang disabilitas. Kemudian, bukan hanya kelas bahasa isyarat saja yang dilakukan setiap minggu, tetapi terdapat juga kelas membaca braille.

“Implementasi pada program ini terus dilakukan dengan terciptanya dua kelas yaitu kelas bahasa isyarat dan juga kelas braille yang kerap kali diadakan secara rutin selama dua minggu sekali dalam satu periode” ujar Choirinnisa Ningtia saat diwawancarai online via Telepon, Kamis (5/12/2024).

Pengenalan bahasa isyarat di lingkup kampus menjadi salah satu inisiatif penting yang diusung oleh Hima Pendidikan Khusus Untirta. Program ini tidak hanya mengembangkan keterampilan komunikasi, tetapi juga membangun pentingnya kesadaran sosial yang lebih tinggi terhadap perbedaan.

“Target kelas ini tersebut tertuju pada lingkup PKh saja, hal tersebut bertujuan agar kepengurusan berikutnya terdapat seseorang yang menjadi Juru Bahasa Isyarat walaupun belum bersertifikat, setidaknya sudah sedikit mahir tentang bahasa isyarat,” lanjut Choirinnisa.

Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Khusus berharap mahasiswa atau masyarakat dari lingkup luar banyak yang tertarik belajar bahasa isyarat BISINDO dan SIBI bisa di kenal lebih luas lagi, serta adanya harapan untuk organisasi eksternal untuk bisa mengadakan hal tersebut.