Pro vs Kontra Wacana Penerapan Student Loan

Dok: ©Google

Rencana pemerintah untuk menerapkan sistem pinjaman pendidikan atau student loan di Indonesia telah memicu beragam tanggapan dari kalangan mahasiswa. Mahasiswa Untirta turut aktif menyuarakan pandangan pro dan kontra terkait wacana ini. Mereka berpendapat bahwa student loan bisa menjadi solusi untuk memperluas akses pendidikan tinggi, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran berpotensi dampak negatif mengenai beban finansial yang harus ditanggung ketika lulus di masa depan.

Puput Aurelia, mahasiswa Ilmu Pemerintahan menyatakan dukungannya terhadap student loan. Ia percaya bahwa pinjaman pendidikan ini akan membuka pintu bagi masyarakat kurang mampu untuk mengenyam pendidikan tinggi. “saya merasa student loan akan meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang kurang mampu karena mereka akan memiliki dana untuk membayar biaya kuliah dan keperluan lainnya,” ujar Puput saat diwawancarai online via WhatsApp (08/07/2024).

Selain itu, Puput juga optimis bahwa student loan dapat mengurangi kesenjangan pendidikan antara kelompok ekonomi berbeda, memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa untuk meraih pendidikan tinggi. Puput berharap program student loan dapat dirancang dengan sistem yang transparan dan efisien, dengan bunga rendah atau bahkan tanpa bunga, serta periode pembayaran yang fleksibel. Ia juga menekankan pentingnya program pendampingan untuk membantu mahasiswa mengelola pinjaman dan melunasinya setelah lulus.

Salwa Deswitarini, mahasiswa Teknik Industri, juga memiliki pandangan serupa. Ia melihat potensi student loan dalam meningkatkan akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. “Pinjaman ini akan membantu mereka melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya awal yang besar,” jelas Salwa (08/07/2024).

Salwa juga berharap bahwa student loan dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, karena universitas akan termotivasi untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan fasilitas kampus. Salwa berharap pemerintah dapat merancang student loan dengan suku bunga rendah dan jangka waktu pembayaran yang lama, serta memberikan masa tenggang setelah kelulusan agar mahasiswa memiliki waktu untuk mencari pekerjaan sebelum mulai melunasi pinjaman.

Namun, tidak semua mahasiswa Untirta tidak menyetujui adanya rencana student loan di Indonesia. Dini Marlinda, mahasiswa Ilmu Komunikasi, mengungkapkan kekhawatirannya terkait potensi penyalahgunaan dana pinjaman. Ia khawatir bahwa dana tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya untuk membiayai pendidikan. Selain itu, Dini juga merasa bahwa student loan dapat meningkatkan biaya pendidikan secara signifikan, karena pemerintah mungkin menganggap masyarakat mampu membayar dengan adanya pinjaman ini. “Saya khawatir student loan akan membuat biaya kuliah semakin mahal dan menciptakan kesenjangan yang lebih besar antara lulusan yang memiliki hutang dan yang tidak,” tutur Dini (07/07/2024).

Dini juga menyoroti potensi kesenjangan yang lebih besar antara lulusan yang memiliki hutang dan yang tidak. Ia khawatir bahwa lulusan yang terbebani hutang akan menghadapi kesulitan dalam melunasi pinjaman mereka. Sebagai alternatif, Dini berharap pemerintah dapat memperbanyak beasiswa dan meningkatkan fasilitas daripada menerapkan student loan.

Meskipun memiliki pandangan berbeda, baik pendukung maupun penentang student loan memiliki harapan yang sama terhadap program ini jika diterapkan di Indonesia. Mereka berharap bahwa program student loan dirancang dengan adil, transparan, dan efisien. Bunga yang rendah atau bahkan tanpa bunga, periode pembayaran yang fleksibel, dan program pendampingan menjadi beberapa poin penting yang disarankan oleh mahasiswa Untirta.

Mahasiswa Untirta juga memberikan saran kepada pemerintah terkait penerapan student loan. Mereka menekankan pentingnya studi mendalam tentang kebutuhan dan kondisi mahasiswa di Indonesia, serta belajar dari negara lain yang telah berhasil menerapkan student loan. Selain itu, regulasi yang melindungi mahasiswa dari potensi penyalahgunaan sistem pinjaman juga dianggap krusial.

Rencana penerapan student loan di Indonesia telah memicu diskusi yang dinamis di kalangan mahasiswa Untirta. Meskipun terdapat perbedaan pandangan, mahasiswa berharap agar program ini dapat dirancang dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh mahasiswa Indonesia. Pemerintah diharapkan dapat mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak untuk memastikan bahwa student loan benar-benar dapat meningkatkan akses dan kualitas pendidikan tinggi di tanah air.

Penulis: Erika

Editor: Ira