Krisis Peradaban Modern

Sumber : Ilustrasi/Simposium

Tentang krisis yang kita rasakan, dimana sebagian manusia dari kita tidak pandai dalam
mengendalikan kebohongan dan dunia bersama mereka. Kita hanya punya kesempatan yang kecil untuk mempengaruhi norma-norma sosial yang ada, sehingga norma-norma yang ada memberikan kita ruang yang sangat kecil untuk bergerak bagaimana kita ingin hidup dan nilai-nilai apa yang ingin kita raih.


Bagaimana cara kita mencari makan, mencari tempat tinggal dan mencari imbalan. Kebanyakan dari kita makan-makanan di tempat restoran ala-ala barat. Kita menyewa atau mengambil kredit rumah di perumahan besar yang ada, bahkan dengan teman yang kita tidak inginkan. Kita juga harus bekerja dan terus bekerja untuk membayar tagihan rumah tersebut layaknya robot yang dikendalikan. Setelah pergi dari satu tempat ke tempat yang lain untuk mengemis dan menjual waktu kita dengan membawa selembar kertas yang tertulis seberapa patuh kita dan produktif kita, kita dibayar seberapa kinerja kita dalam menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya tidak kita kerjakan.


Siklus kehidupan seperti bagian dari keberadaan pengalaman kita yang kabur dan tergesa-gesa. Sejak zaman anak-anak, kita diindoktrinasi oleh sekolah wajib yang dikelola pemerintah atau perusahaan yang dimana kita diberi sejarah yang menyesatkan dan dilatih pada waktu yang membentang garis lurus dan terukur, bahkan diberikan tugas yang otoriter untuk bersaing dengan rekan kita di ruang kelas.

Pada kurun dewasa kita dibenturkan dengan sosialisasi dan propaganda. Kebanyakan dari kita mengambil ideologi agama, sekuler dan atau politik yang dengannya kita dibenturkan, yang membuat realitas kita tampak sangat sekali diinginkan atau setidaknya tidak terhindarkan. Selain menjadi perbincangan dan direbutkan, apa yang disebut dengan sukses di masa dewasa. Bagi banyak orang adalah berlomba-lomba untuk mencuri suatu keberhasilan dan
memungkinkan siklus kehidupan ini terus berulang.

Apa yang sering kita sebut demokrasi tidak lain adalah bentuk demokrasi yang paling remeh
dan tidak efektif, kebebasan untuk memilih beberapa pemimpin dari kandidat politik sebelumnya dan tak jauh berbeda, kebebasan memilih produk yang mengguyuri kita dengan label kampanyenya dan kebebasan melarikan diri dari kehadiran dalam kehidupan sendiri dengan banyaknya tontonan berbau seks, acara TV, film, dan baru-baru ini pos-pos inovasi buatan realitas virtual dan robot seks yang memanjakan kehidupan pribadi seseorang.

Kita adalah budak modern, karena, seperti yang akan kita lihat, apa yang kita lakukan adalah hal-hal yang diperlukan yang dapat disebut penyakit, kita mencoba untuk mempertahankan sedikit sumber daya yang kita miliki dalam hidup kita, yang semuanya ada di dunia dan hampir tidak bisa dimengerti.

Krisis kita bermacam-macam, jaringan koneksi dan saling ketergantungan yang tidak hanya membahayakan hidup kita dan meracuni tubuh kita, tetapi juga keterkaitan antara masalah ekologi, sosial, ekonomi, psikologis, dan emosional yang sekarang berada pada tahap akhir mengancam integritas seluruh biosfer, juga jenis kelompok sosial yang merupakan ciri penting pada masyarakat modern dan habitatnya yang meliputi bumi, yang memberinya kekayaan kehidupan dalam kesatuan dan keanekaragaman yang indah.

  • Penulis : Bayu Arya
  • Editor : Iksan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *