Menggali Makna Puisi ‘Hujan  Bulan Juni’

Gambar: Gramedia

Wah tak terasa ya kita sudah masuk bulan ke-6 di tahun 2024 ini, yaitu bulan Juni. Orangers kira-kira sudah pernah dengar belum tentang sebuah puisi berjudul ‘Hujan Bulan Juni’ ? Atau mungkin ada yang pernah baca novel berjudul ‘Hujan Bulan Juni’?

Puisi ‘Hujan Bulan Juni’ merupakan salah satu karya puisi dari penyair legendaris yaitu Sapardi Djoko Damono. Puisi bertajuk ‘Hujan Bulan Juni’ ini sudah banyak dibuat karya musikalisasi puisi, salah satunya yang cukup terkenal adalah musikalisasi puisi Hujan Bulan Juni dari Ari Reda. Puisi ini dibuat pada tahun 1989. Hujan Bulan Juni juga sudah menjelma menjadi sebuah film romantis yang sederhana dan penuh makna. Film ini dibuat pada tahun 2017.

Puisi ‘Hujan Bulan Juni’

Tak ada yang lebih tabah

Dari hujan bulan Juni

Dirahasiakannya rintik rindunya

Kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak

Dari hujan bulan Juni

Dihapuskannya jejak-jejak kakinya

Yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif

Dari hujan bulan juni

Dibiarkannya yang tak terucapkan

Diserap akar pohon bunga itu

Setiap diksi yang disusun rapih dan sederhana oleh sastarawan legendaris itu menyimpan segundang makna manis nan romatis. Puisi ini memiliki makna bahwa tidak ada yang lebih sabar dan tabah dari hujan bulan Juni karena hujan bulan Juni menyimpan seribu satu rindu yang tak tersampaikan. Setiap rindu yang hadir akan disisipkan kepada pohon yang berbunga itu. Puisi dengan kata-kata paling sederhana padahal memiliki makna yang mendalam dan paling tidak sederhana.

Pada bait terakhir dapat menggambarkan ketulusan dalam mencintai dan menyayangi seseorang. Mencintai seseorang dengan ikhlas dan tanpa berharap apapun. Selain itu, dapat menceritakan seseorang yang tidak mahir dalam merangkai kata-kata untuk menyampaikan perasaan yang ingin ia sampaikan. Meskipun ia tidak dapat mengutarakan perasaan yang ia rasakan, ia tidak ragu untuk mencintai pujaan hati dengan segenap hati yang dimiliki.

Penulis: Alisha

Editor: Jiya