Toxic Productivity: Kenali Batas Kita, Jangan Bandingkan Diri Dengan Orang Lain

Source: Creativemarket.com/ pinterest

Banyak mahasiswa yang cenderung aktif dalam pelaksanaan ujian tanpa peduli dengan kesehatannya, mereka terus menghabiskan waktunya untuk belajar tanpa henti. Salahnya, banyak dari mereka berpikir bahwa ini adalah hal yang produktif. Padahal, ada istilah Toxic Productivity loh! Di mana seseorang memaksakan dirinya produktif tanpa memperhatikan bahwa dirinya butuh istirahat.

Viola Oktavia, mahasiswi Ilmu Komunikasi mengatakan bahwa dirinya menjadi sangat aktif saat ujian dan tidak ingin berhenti belajar karena seperti memiliki tekanan untuk memberi performa yang maksimal, ia merasa hal ini berpengaruh terhadap kesehatannya.

“Kalau ujian sering, saya jadi super aktif dan tidak ingin berhenti. Seperti ada tekanan untuk memberi performa yang maksimal selama kuliah, susah istirahat karena ada rasa kewajiban untuk menstabilkan nilai walaupun capek. Ada banget pengaruhnya, jadi kurang tidur, sakit kepala, sakit mata, dan badan kurang fit,” Ucapnya (05/05/2024).

Oleh sebab itu, kegiatan yang dilakukan menjadi tidak produktif karena berlebihan. namun, Viola memiliki cara untuk mengatasi hal tersebut dengan mengingatkan kepada diri sendiri bahwa istirahat itu penting untuk keseimbangan dan produktivitas jangka panjang.

Evi Afiati, Dosen Bimbingan Konseling Untirta mengatakan bahwa faktor utama penyebabnya adalah ketakutan akan gagal, sehingga mahasiswa memaksa dirinya untuk belajar tanpa memperhatikan kesehatannya. Hal ini menimbulkan stres dan kecemasan yang beresiko hilangkan minat dan lelah secara emosional.

Dengan ragamnya faktor yang menyebabkan mahasiswa memaksa dirinya untuk terus aktif tanpa memikirkan kesehatannya, Evi memberi beberapa tips yang dapat diterapkan seperti membuat jadwal belajar yang terstruktur, melakukan aktivitas sosial, dan hindari membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

“Ada beberapa tips yang bisa diterapkan agar tidak mengalami toxic productivity, buatlah jadwal belajar yang terstruktur, ubah kebiasaan sistem kebut semalam dengan mencicil sedikit demi sedikit, usahakan melakukan aktivitas sosial, jangan ragu untuk berbicara dengan dosen ataupun teman konselor sebaya di UPABK, dan hindari membandingkan diri dengan orang lain,” Ucapnya (07/05/24).

Meski semangat aktif dalam ragamnya kegiatan mungkin membara, tidak boleh lupa bahwa menjaga kesehatan adalah pondasi utama dari segala pencapaian. Keseimbangan antara aktivitas dan istirahat yang cukup akan memberi energi dalam mengejar impian. Jadi, buatlah jadwal yang seimbang antara belajar dan istirahat agar produktivitas kamu tidak menjadi toxic!

Penulis: Adira Dwi

Editor: Nawal Najiya