Pro vs Kontra Pengecekan STNK Kendaraan Bermotor

Pada tahun 2023 sudah ditetapkannya pengecekan STNK kepada setiap mahasiswa yang membawa kendaraan ke kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya dalam  mencegah terjadinya pencurian kendaraan bermotor yang sudah sangat sering terjadi dilingkungan kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), dan pengecekan ini dilakukan ketika mahasiswa akan meninggalkan area kampus.

Ternyata kejadian kehilangan kendaraan bermotor ini sudah sering sekali terjadi di kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Pakupatan, jika melihat letak geografisnya dimana sangat dekat dengan terminal, jarak yang dapat ditempuh dari terminal ke kampus sekitar 200 meter dan sudah bisa memasuki area kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), serta akses untuk dapat memasuki kawasan kampus sangat gampang dan tidak ada pengecekan apapun untuk dapat masuk ke kampus.

Dimana menurut Satpam UNTIRTA yaitu Bapak Mumu Diki benar adanya dimana ini diberlakukan karena setahun kebelakang sering terjadinya pencurian motor mahasiswa dilingkungan kampus Sindangsari dan Pakupatan. “Semenjak diberlakukannya pengecekan STNK alhamdulillah tahun ini tidak ada kehilangan motor sampai saat ini.” ujarnya

Namun tidak sedikit juga yang setuju dengan diberlakukannya pengecekan STNK saat akan meninggalkan area kampus, seperti yang dikatakan oleh mahasiswi Ilmu Pemerintahan, Prasatyastri mengungkapkan bahwa dengan adanya pengecekan STNK sangat membantu menjaga keamanan. “Sangat membantu sekali untuk menjaga keamanan apalagi saya orangnya suka lupa cabut kunci motor, jadi tidak sembarang orang bisa mengambil kunci motor tersebut jika tidak memiliki STNKnya.” Kata Prasatyastri

Sementara itu mahasiswa Ilmu Perikanan, Raden Amalul dimana  menjelaskan bagaimana tidak setuju dengan pengecekan STNK tersebut dan dianggap memakan waktu. “Karena pengecekan STNK ini ribet, harus mengeluarkan STNK terlebih dahulu lalu masukan lagi kedompet dan takutnya orang lupa malah naro dimana terus jatuh, jadi menurut saya untuk pengecekan ini masih belum efektif dan sangat mengganggu saja.” Ungkap Raden Amalul. Namun ia mengungkapkan juga mengenai pengecekan STNK ini yang hanya dilakukan oleh kendaraan bermotor saja, tetapi kendaraan bermobil tidak dicek seperti kendaraan lainnya.

Penulis : Content Writer Softnews