“Waktu yang aku cintai adalah waktu saat semuanya terlelap. Sebab, penyesalan terhadap masa lalu dan kekhwatiran akan masa depan akan lenyap saat seseorang terlelap.”
Dallergut
Adakah sebuah peristiwa yang ingin kamu rasakan di mimpimu malam ini? Atau adakah kenangan dalam hidupmu yang ingin kamu rasakan lagi melalui mimpi pada tidurmu malam ini?
Buku berjudul “Dallergut: Toko Penjual Mimpi” karya Lee Miye ini adalah sebuah buku yang menceritakan tentang toko di sebuah desa yang mengumpulkan dan menjual segala macam mimpi. Toko ini selalu ramai dikunjungi oleh pelanggan manusia dan hewan. Setiap lantainya diisi oleh mimpi-mimpi dengan genre yang bervariasi, seperti mimpi bertemu teman lama, bertemu mantan kekasih, mimpi perjalanan menyenangkan, hingga mimpi melahap makanan yang lezat. Pemilik dari toko mimpi ini adalah Dallergut. Pada suatu hari toko ini kehadiran seorang karyawan baru bernama Penny.
Walaupun memiliki genre fantasi, tetapi buku ini banyak menceritakan tentang kehidupan-kehidupan manusia dengan segala permasalahannya. Pada malam hari manusia berusaha beristirahat dengan cara tertidur dan berharap memiliki mimpi sesuai dengan mimpi yang mereka inginkan. Setiap orang memanfaatkan waktu tidur mereka untuk membenahi hari kemarin dan mempersiapkan hari esok. Hal ini tak jarang juga terjadi pada kita, apabila kita lelah dengan hari kemarin, dan merasa masalah dalam hidup kita tak kunjung selesai, maka solusinya adalah melalui tidur dengan diikuti sebuah harapan memiliki tidur yang nyenyak dan dibarengi oleh mimpi yang indah. Kita akan merehatkan diri kita melalui tidur sebelum menghadapi lagi hari esok yang panjang.
Tema cerita yang unik dan juga mengangkat tema kehidupan manusia yang memang terjadi pada banyak orang namun dengan cara yang sederhana membuat buku ini bisa memberikan perasaan hangat dalam hati kita saat membacanya. Kalimat-kalimat dan kata-kata yang menyentuh dalam buku ini pun banyak, dan tak jarang memang nyata pernah dialami dan dirasakan oleh semua manusia. Rasa hangat dan menyentuh menjadi campur aduk sangat membaca buku ini.
Dengan pembawaannya yang hangat, buku ini sangat tepat untuk kamu baca apabila akhir-akhir ini kamu merasa lelah dengan kenyataan hidup yang tidak selalu berjalan sesuai dengan rencanamu. Semoga buku ini dapat menenangkan dan menyemangatkan jiwamu yang sedang lelah.
- Penulis : Hanna
- Editor : Iksan
Tinggalkan Balasan