Dalam hidup dan diri setiap manusia selalu ada ketakutan akan suatu hal. Baik soal prilaku, hal sekitar, ataupun kematian yang setiap makhluk hidup akan melewati fase tersebut. Memikirkan kematian merupakan hal yang sangat wajar, tetapi seringkali dalam memikirkannya kita merasa sangat takut sehingga menimbulkan stress yang berkepanjangan. Dalam dunia medis, ketakutan berlebihan terhadap kematian ini disebut juga sebagai thanatophobia
Thanatophobia adalah salah satu gangguan kecemasan umum yang diakibatkan oleh rasa takut yang berlebihan akan sesuatu yang berbau kematian atau dalam kata lain fobia kematian. Belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, tetapi rasa takut terhadap kematian biasanya muncul akibat trauma di masa lalu baik itu mengalaminya secara langsung ataupun tidak langsung.
Contohnya melihat kejadian yang pernah mengancam nyawa atau peristiwa yang berujung kematian seperti akibat bencana alam, penyakit, kecelakaan, baik dialami oleh diri sendiri, orang sekitar, ataupun orang yang berada dalam berita.
Selain dari trauma masa lalu, thanatophobia juga disebabkan oleh faktor lingkungan keagamaan. Dalam agama, kita diajarkan bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara dan yang benar-benar abadi adalah akhirat yakni antara surga dan neraka. Hal ini tentunya membuat kecemasan semakin meningkat, memikirkan kehidupan setelah kematian yang entah bagaimana akan terjadi.
Pada umumnya orang dewasa sekitar umur 20 tahunan lebih rentan mengidap fobia ini dibandingkan orang lanjut usia. Selain itu, orang yang memiliki riwayat gangguan kesehatan yang cukup serius lebih berkemungkinan besar mengalami kecemasan dan ketakutan berlebihan terkait kematian.
Beberapa gejala yang kerap kali timbul akibat thanatophobia dibagi menjadi dua, yakni gejala fisik dan gejala emosional. Umumnya, gejala fisik ditandai dengan pusing-pusing, mual, keringat dingin, cemas, gelisah, detak jantung yang tidak beraturan, dan sakit perut. Sedangkan gejala emosional ditandai dengan rasa khawatir terus-menerus, sedih yang berkepanjangan, menutup diri dari lingkungan, takut untuk keluar rumah, dan lain sebagainya. Biasanya gejala ini hanya datang setiap waktu atau setiap mengingat kematian saja.
Walaupun thanatophobia ini sulit dikendalikan, tetapi ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa takut dan cemas terhadap hal yang berbau kematian yakni sebagai berikut.
- Tenangkan diri, cobalah untuk tenangkan pikiran dan hati dengan tarik napas yang dalam dan hembuskan secara berulang kali. Diharapkan dengan melakukan hal tersebut akan membangun kembali jiwa-jiwa positif dalam diri yang kemudian membentuk kepribadian yang tangguh.
- Ubah pola pikir dan kembangkan pikiran yang positif, dalam mengingat kematian kita seharusnya merasa beruntung bahwa kita masih diberikan kesehatan hingga saat ini. Dengan adanya peristiwa kematian yang terjadi di sekeliling kita, sudah semestinya dijadikan sebuah pembelajaran untuk dan berpikir lebih dewasa dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Contohnya adalah ketika melihat berita kecelakaan, maka yang harus dilakukan adalah lebih mematuhi peraturan dal berkendara. Atau dalam contoh lain, ketika tidak ingin terkena penyakit serius maka yang harus dilakukan adalah menjaga pola kesehatan.
- Konsultasi dengan psikolog, dalam hal ini biasanya pasien sudah berada di kondisi yang parah. Oleh sebab itu, perlu dibantu dengan layanan psikologis untuk memulihkan gangguan kecemasan yang dialaminya. Serangkaian pengobatan yang biasa dilakukan yakni terapi perilaku kognitif (CBT), teknik relaksasi, dan menggunakan obat-obatan jika memang diperlukan.
Itulah beberapa informasi seputar thanatophobia. Semoga bermanfaat dan jangan biarkan fobia ini hinggap begitu saja di dalam diri kalian karena akan berbahaya bagi kesehatan mental ataupun pribadi.
Refrensi : https://www.orami.co.id/magazine/thanatophobia https://www.alodokter.com/thanatophobia-ketakutan-berlebih-terhadap-kematian.
- Penulis : Ninda
- Editor : Iksan
Tinggalkan Balasan