Mengenal Trisuci Waisak Bagi Umat Budha

Sumber : I-Stock

Hari raya waisak atau waisaka ialah hari suci umat budha yang di peringati setiap tahunnya, dalam beberapa negara hari raya waisak dikenal dengan sebutan yang berbeda-beda. Contohnya seperti di Malaysia disebut dengan vesak, Thailand disebut visakha, dan di India disebut visakah puja.

Lalu apa itu Trisuci Waisak?

Trisuci waisak menjadi hari suci yang di rayakan oleh seluruh umat buddha. Hari raya waisak dilaksanakan untuk memperingati 3 peristiwa penting. Yang pertama adalah Kelahiran pangeran Siddharta, pangeran Siddharta merupakan calon buddha yang lahir pada tahum 623 SM di taman lumbini,Nepal. Dalam peristiwa ini pangeran siddharta mendapatkan ramalan dari para pertapa Asita Kaladewa bahwa ia kelak akan menjadi maharaja dunia atau Chakrawatin.

Lalu yang kedua adalah penerangan agung. Pada tahun 588 SM tepatnya pada usia nya yang ke 35 tahun pangeran Siddharta pertama kali mendapat penerangan agung dan menjadi seorang Buddha. Peristiwa ini pun menjadi awal perjalanan Buddha Gautama untuk menyebarkan dharma atau kebenaran.

Hingga yang terakhir yaitu Peristiwa terakhir ialah wafatnya sang Buddha. Pada usia nya yang menginjak 80 tahun yaitu pada tahun 543 SM pangeran Siddharta atau Buddha Gautama wafat

Dan ketiga peristiwa suci tersebut dinamakan Trisuci Waisak. Hal ini diputuskan berdasarkan Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia yang berlangsung pertama kali di Sri Lanka pada tahun 1950.

Perayaan Waisak

Lalu bagi masyarakat buddha sendiri, terdapat beberapa perayaan yang dilakukan untuk menyemarakkan Waisak, perayaani ini menjadi ungkapan penganut Buddha untuk mengenang sang Buddha. Beberapa peristiwa atau hal unik yang terjadi pada perayaan hari waisak seperti :

Puluhan Biksu Menjalankan Ritual Thudong

Akhir-akhir ini masyrakat indonesia dihebohkan dengan adanya puluhan biksu yang berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara yang berjalan kaki dari negara asalnya menuju Indonesia untuk merayakan hari raya waisak di candi borobudur. Ritual thudong dikenal dengan tradisi perjalanan, ritual ini dilakukan oleh para biksu dengan berjalan kaki berkilo-kilo meter menuju ke tempat-tempat suci seperti gunung, gua, maupun candi. hal ini dilakukan sebagai salah satu wujud perjalanan spiritual

Candi Borobudur Sebagai Pusat Kegiatan Waisak

Candi borobudur menjadi pusat perayaan waisak setiap tahun nya oleh umat buddha, hal ini karena candi borobudur dianggap sebagai tempat yang sakral selain itu adanya struktur candi dan relief pada bangunan candi borobudur menggambarkan sebuah cerita kehidupan pangeran Siddharta serta ajaran yang ada pada buddha.

Festival Cahaya

Festival cahaya biasa dilakukan dalam merayakan hari raya waisak, yaitu dengan menghias rumah, kuil maupun jalanan dengan berbagai lentera yang kemudian dibentuk dengan berbagai bentuk serta ukuran yang menarik

Memandikan Patung Buddha

Memenadikan patung buddha menjadi salah satu tradisi unik yang sering dilakukan di berbagai negara salah satunya di china dalam merayakan waisak, yang mana patung buddha akan dimandikan dengan air wangi yang telah diberkati diatas patung bayi buddha.

Dan hari ini, umat Buddha sedang merayakan hari raya Waisak dengan berbagai perayaan nya. Dengan beberapa informasi diatas semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang keragaman agama di dunia yang tentunya bukanlah sebuah masalah. Sebagai penutup biarkan mantra Buddha menyertai kita sebagai seluruh umat manusia.

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta (Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia)

  • Penulis : Saifatul
  • Editor : Iksan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *